TCI H0116 Hexanophenone adalah keton aromatik-alifatik yang menggabungkan cincin fenil dengan rantai heksanoil, sehingga sering disebut pula 1-fenil-1-heksanon. Struktur hibrida ini menempatkannya di antara dua dunia: sifat aromatik dari cincin benzena dan sifat lipofilik dari rantai alkil panjang. Di laboratorium, senyawa ini dimanfaatkan sebagai bahan baku sintesis turunan aromatik, senyawa model pada kajian fotokimia keton aril alkil, serta standar rujukan pada pekerjaan kromatografi yang memerlukan senyawa dengan retensi cukup panjang pada kolom fase terbalik.
Sifat utama yang membuat Hexanophenone dipilih adalah gugus karbonil yang terkonjugasi dengan cincin aromatik. Konjugasi ini menurunkan reaktivitas karbonil dibandingkan keton alifatik murni, namun sekaligus memberikan serapan ultraviolet yang khas dan perilaku fotokimia yang menarik, termasuk reaksi tipe Norrish yang kerap dipelajari dalam kajian mekanisme. Rantai heksil yang panjang menambah lipofilisitas, sehingga senyawa ini mudah diprediksi perilakunya dalam sistem pelarut nonpolar dan pada kolom kromatografi. Kemurnian tingkat reagen membuat data spektroskopi yang dihasilkan bersih dan mudah ditafsirkan.
Di Indonesia, Hexanophenone banyak dipakai pada laboratorium riset kimia organik perguruan tinggi, laboratorium pengembangan metode analitik, serta kelompok penelitian yang mempelajari fotokimia dan bahan aktif berbasis aromatik. Kemasan 25 g terasa pas untuk kebutuhan riset skala bangku, karena jumlah tersebut cukup untuk serangkaian percobaan optimasi tanpa menyisakan bahan berlebih yang harus disimpan bertahun-tahun. Pola ini sejalan dengan praktik pengelolaan bahan kimia yang kini semakin ditekankan di banyak institusi, yaitu membeli sesuai kebutuhan dan meminimalkan timbunan bahan lama.
- Bahan baku sintesis turunan aromatik seperti alkohol benzilik tersubstitusi, oksim, dan hidrazon, memanfaatkan karbonil terkonjugasi yang reaktivitasnya lebih terkendali.
- Senyawa model pada kajian fotokimia keton aril alkil, khususnya untuk mempelajari reaksi fotolisis dan mekanisme transfer energi pada keadaan tereksitasi.
- Standar rujukan kromatografi cair fase terbalik, karena sifat lipofiliknya menghasilkan waktu retensi panjang yang berguna untuk menguji rentang kerja kolom.
- Substrat pada reaksi reduksi asimetrik dan uji kinerja katalis kiral, sebab keton aril alkil merupakan substrat klasik untuk mengukur selektivitas suatu sistem katalitik.
- Bahan pembanding dalam analisis spektroskopi ultraviolet, mengingat kromofor karbonil terkonjugasinya memberikan serapan khas yang mudah dijadikan acuan kalibrasi.
| Merek | TCI (kode katalog H0116) |
|---|---|
| Nomor CAS | 942-92-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | senyawa keton aril alkil yang dikemas berdasarkan bobot; rujuk lembar analisis produk untuk deskripsi fisik resminya |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung |
Hexanophenone sebaiknya disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, diletakkan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari paparan cahaya matahari langsung, mengingat senyawa keton aromatik peka terhadap cahaya pada jangka panjang. Botol kaca berwarna gelap atau penyimpanan di dalam lemari tertutup merupakan pilihan yang tepat. Gunakan spatula bersih dan kering setiap kali mengambil bahan agar tidak terjadi kontaminasi silang, lalu segera tutup kembali wadahnya. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung selama penanganan, serta lakukan penimbangan di area berventilasi baik. Kumpulkan sisa bahan dan limbah pelarutnya melalui jalur limbah kimia organik sesuai prosedur laboratorium.
- Singh dkk. (2026). Enhanced antibiofilm and antifungal activities of a hexanophenone nanoformulation against Candida albicans : a nanotechnology-driven approach. Journal of Materials Chemistry B doi:10.1039/d6tb00749j
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
