Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2437-17-4

6-Hydroxy-1-naphthoic Acid TCI H0886

6-Hydroxy-1-naphthoic Acid TCI H0886

Identitas Kimia

No. CAS
2437-17-4
PubChem
CID 5463800·SID 87571243
Rumus molekul
C11H8O3
Berat molekul
188.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
6-hydroxynaphthalene-1-carboxylic acid
SMILES
C1=CC2=C(C=CC(=C2)O)C(=C1)C(=O)O
InChIKey
JCJUKCIXTRWAQY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 5.750.850,00
Harga reguler Harga obral Rp 5.750.850,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

6-Hydroxy-1-naphthoic Acid dengan nomor CAS 2437-17-4 adalah asam karboksilat berbasis kerangka naftalena yang membawa gugus hidroksil pada posisi enam. Sebagai bahan penyusun non-heterosiklik, senyawa ini menyediakan inti aromatik bicincin yang kaku beserta dua gugus fungsi yang terletak berjauhan pada sumbu molekulnya. Susunan tersebut sangat dihargai di laboratorium sintesis karena menghasilkan kerangka linear yang dapat diperluas ke dua arah, baik untuk membangun molekul organik kompleks maupun untuk merangkai struktur berulang pada penelitian material.

Sifat yang menjadi daya tariknya adalah kekakuan kerangka naftalena yang dipadukan dengan dua gugus fungsi bersifat komplementer. Gugus asam karboksilat dapat diesterifikasi atau diamidasi, sedangkan gugus hidroksil fenolik dapat diasilasi, dialkilasi, atau berperan sebagai donor ikatan hidrogen. Kombinasi fenol dan karboksilat pada satu kerangka kaku merupakan motif klasik pada pembentukan poliester aromatik dan kerangka logam-organik, sebab keduanya dapat bereaksi bergantian membentuk rantai. Sistem aromatik yang luas juga memberikan karakter serapan dan fluoresensi yang menarik bagi kajian fotofisika.

Di Indonesia, senyawa naftalena tersubstitusi banyak digunakan pada penelitian polimer, kimia koordinasi, dan sintesis organik di perguruan tinggi serta lembaga riset. Pilihan kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan bagi laboratorium yang baru menjajaki suatu rute sintesis maupun kelompok riset yang sudah rutin menggunakan bahan ini dalam jumlah lebih besar.

  • Monomer poliester aromatik: gugus hidroksil dan karboksilat pada satu kerangka kaku memungkinkan polimerisasi bertahap menghasilkan rantai dengan stabilitas termal yang baik.
  • Linker kerangka logam-organik: gugus karboksilatnya dapat mengikat pusat logam, sedangkan inti naftalena memberi kerangka kaku yang membentuk pori terstruktur.
  • Bahan antara sintesis organik: kerangka naftalena yang diperpanjang sering dipakai untuk membangun senyawa dengan bentuk linear dan kekakuan konformasi tertentu.
  • Kajian fotofisika dan pewarna: sistem aromatik luas pada naftalena memberikan sifat serapan dan emisi yang berguna untuk penelitian probe maupun bahan pewarna.
  • Prekursor turunan tersubstitusi: gugus fenolik dapat diubah menjadi eter atau triflat, membuka jalur reaksi kopling silang untuk memperluas keragaman struktur.

Merek TCI
Nomor CAS 2437-17-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya padatan; rincian mengacu pada lembar data dan CoA pemasok
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung agar warna dan kemurniannya tetap terjaga. Sebagai padatan asam aromatik, bahan ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran pernapasan, sehingga penimbangan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam atau ruang berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya debu halus. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari pembentukan debu saat menuang. Tampung sisa bahan dan limbah reaksi pada wadah limbah organik padat berlabel jelas.

—