TCI H0945 4'-Hydroxychalcone adalah senyawa golongan kalkon, yaitu keton aromatik tak jenuh yang menghubungkan dua cincin benzena melalui rantai tiga karbon dengan ikatan rangkap terkonjugasi. Kalkon dikenal luas sebagai kerangka biosintetik pendahulu flavonoid pada tumbuhan, sehingga senyawa ini sering dipakai sebagai bahan rujukan maupun bahan awal dalam riset produk alami. Di laboratorium, 4'-hydroxychalcone berperan sebagai *building block* non-heterosiklik yang dapat diubah menjadi flavanon, flavon, pirazolina, dan berbagai turunan lain melalui reaksi siklisasi atau adisi, sekaligus menjadi bahan uji dalam penelitian aktivitas biologis senyawa fenolik.
Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah sistem enon terkonjugasi yang bersifat sebagai akseptor Michael, sehingga mudah bereaksi dengan berbagai nukleofil seperti amina, hidrazina, dan tiol pada kondisi yang relatif sederhana. Konjugasi panjang antara dua cincin aromatik juga membuat senyawa ini menyerap kuat di daerah ultraviolet-tampak, sehingga pemantauan reaksi dengan kromatografi lapis tipis maupun spektrofotometri menjadi mudah. Gugus hidroksi fenolik pada cincin asetofenon menambah kepolaran, memberi kemampuan membentuk ikatan hidrogen, serta menyediakan situs untuk eterifikasi maupun esterifikasi. Kombinasi gugus fungsi ganda inilah yang membuat kalkon ini fleksibel dipakai baik sebagai bahan sintesis maupun sebagai senyawa model.
Di Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada laboratorium kimia organik bahan alam, fitokimia, dan farmasi di berbagai perguruan tinggi, khususnya pada penelitian sintesis analog flavonoid dan penapisan aktivitas antioksidan. Kemasan 5 g umumnya memadai untuk pekerjaan skala penelitian, pembuatan seri turunan, maupun keperluan sebagai pembanding pada analisis instrumen. Ketersediaan sertifikat analisis dari TCI membantu peneliti memastikan identitas dan mutu bahan saat menyusun laporan penelitian atau publikasi.
Brosur TCI (PDF)
- Polyphenols 2024-12-05 · hal. 2
- Sintesis analog flavonoid, karena kerangka kalkon dapat disiklisasi menjadi flavanon atau flavon sehingga memangkas jalur sintesis yang biasanya panjang dan berbiaya tinggi.
- Reaksi adisi Michael, sebab sistem enon terkonjugasinya reaktif terhadap nukleofil sehingga cocok untuk membangun rantai karbon baru pada penelitian metodologi sintesis.
- Pembuatan turunan pirazolina dan isoksazolina, karena reaksinya dengan hidrazina atau hidroksilamina berlangsung langsung dan menghasilkan heterosiklik bernilai riset tinggi.
- Penelitian aktivitas antioksidan, mengingat gugus hidroksi fenolik pada strukturnya menjadikan senyawa ini model yang baik untuk mempelajari hubungan struktur dengan aktivitas.
- Bahan pembanding pada analisis instrumen, karena serapan ultravioletnya yang kuat memudahkan pembuatan kurva kalibrasi dan verifikasi metode kromatografi di laboratorium.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2657-25-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | padatan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya sesuai anjuran pada label produsen |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung karena senyawa terkonjugasi dan gugus fenolik relatif peka terhadap cahaya serta oksidasi. Botol berwarna gelap atau penyimpanan di dalam lemari tertutup sangat dianjurkan untuk menjaga warna dan kemurnian bahan. Gunakan spatula bersih dan kering saat menimbang, lalu segera tutup kembali wadah untuk membatasi paparan udara. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Pisahkan dari bahan pengoksidasi kuat, dan buang limbahnya melalui jalur limbah kimia laboratorium yang berlaku.
- Chlipała dkk. (2024). Bioreduction of 4′-Hydroxychalcone in Deep Eutectic Solvents: Optimization and Efficacy with Various Yeast Strains. International Journal of Molecular Sciences doi:10.3390/ijms25137152
- Riya Dulawat Mangal (2024). Optimizing Hydroxychalcone and Its Derivatives: Evaluating Microwave and Conventional Methods for Synthesis Efficiency. International Journal of Science and Research (IJSR) doi:10.21275/sr24405105225
- Adams dkk. (1991). Synthesis of 2′-hydroxychalcone epoxides. Tetrahedron doi:10.1016/s0040-4020(01)80960-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
