3,3'-Iminodipropionitrile adalah senyawa alifatik berupa amina sekunder yang kedua lengannya berakhir pada gugus nitril. Struktur simetris ini menjadikannya balok penyusun yang efisien, sebab satu molekul menyediakan tiga titik reaksi sekaligus: satu nitrogen amina dan dua gugus siano yang dapat diubah menjadi asam karboksilat, amida, atau amina primer. Senyawa ini lazimnya dihasilkan dari reaksi adisi Michael dan pada gilirannya dipakai sebagai bahan antara untuk membangun senyawa poliamina, poliamida, serta turunan asam aminokarboksilat di laboratorium sintesis organik.
Sifat yang membuatnya dipilih adalah keluwesan transformasi gugus nitril. Hidrolisis menghasilkan turunan asam beta-alanina, sedangkan hidrogenasi mengubahnya menjadi triamina bercabang yang berguna sebagai pengeras resin epoksi, ligan, maupun monomer. Berbeda dengan sebagian besar produk lain dalam seri ini, senyawa ini berupa cairan pada suhu ruang sehingga dikemas berdasarkan volume dan lebih mudah dipindahkan dengan pipet atau syringe. Perlu digarisbawahi bahwa senyawa ini dikenal luas dalam literatur ilmu saraf sebagai zat neurotoksik pada hewan model, sehingga penanganannya menuntut kewaspadaan tinggi.
Di Indonesia, bahan ini terutama diperlukan oleh laboratorium kimia sintetik di perguruan tinggi dan lembaga riset yang mengembangkan senyawa poliamina, aditif polimer, serta pengkelat. Laboratorium ilmu hayati dan farmakologi menggunakannya dalam penelitian model gangguan neurologis pada hewan percobaan dengan protokol etik yang berlaku. Tersedianya kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL membantu menyesuaikan jumlah bahan dengan skala percobaan agar sisa bahan berbahaya dapat ditekan.
Produk TCI terkait
- Sintesis poliamina: hidrogenasi kedua gugus nitrilnya menghasilkan triamina bercabang yang dipakai sebagai pengeras resin epoksi, ligan, maupun monomer dalam penelitian polimer.
- Pembuatan turunan beta-alanina: hidrolisis gugus siano menghasilkan asam aminokarboksilat yang menjadi bahan antara bagi pengkelat dan surfaktan amfoterik di laboratorium.
- Bahan antara poliamida dan resin: struktur simetrisnya memudahkan pembentukan rantai berulang sehingga berguna dalam kajian sintesis polimer terkendali dan perekat.
- Penelitian neurosains eksperimental: senyawa ini dikenal menginduksi kelainan perilaku pada hewan model sehingga dipakai sebagai zat uji dalam kajian mekanisme neurotoksisitas.
- Modifikasi permukaan dan pengkelat: gugus amina sekundernya dapat dicangkokkan pada matriks padat untuk membangun material fungsional pengikat logam dan adsorben khusus.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 111-94-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL, 100 mL, 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik |
Senyawa ini harus ditangani dengan kewaspadaan tinggi karena bersifat toksik dan dikenal neurotoksik pada hewan percobaan. Seluruh pemindahan cairan wajib dilakukan di dalam lemari asam yang berfungsi baik, menggunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman tertutup, dan jas laboratorium berlengan panjang. Simpan botol dalam posisi tegak, tertutup rapat, di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, terkunci, dan terpisah dari asam kuat serta bahan pengoksidasi yang dapat memicu penguraian gugus nitril. Sediakan bahan penyerap untuk tumpahan, jangan membuang sisa ke saluran air, dan kumpulkan limbah dalam wadah limbah berbahaya berlabel.
- LLORENS (2005). Does Copper Ameliorate the Vestibular Toxicity of Iminodipropionitrile (IDPN)?. NeuroToxicology doi:10.1016/j.neuro.2005.04.004
- Llorens (2005). On the similarity of cocaine and 3,3′-iminodipropionitrile. Medical Hypotheses doi:10.1016/j.mehy.2005.02.024
- Moser (1993). Prolonged Neurobehavioral and Visual Effects of Short-Term Exposure to 3,3′-Iminodipropionitrile (IDPN) in Rats. Fundamental and Applied Toxicology doi:10.1006/faat.1993.1100
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
