Indene adalah hidrokarbon bisiklik cair yang terdiri atas cincin benzena tergabung dengan cincin siklopentena, sehingga memiliki gugus metilena yang terapit antara sistem aromatik dan ikatan rangkap. Senyawa ini berperan penting di laboratorium sebagai bahan awal menuju anion indenil, salah satu ligan siklopentadienil tersubstitusi yang paling banyak dipakai dalam kimia organologam. Selain itu, indena merupakan prekursor menuju indanon, indanol, serta berbagai kerangka indan tersubstitusi yang banyak dijumpai pada riset kimia medisinal dan kimia material.
Sifat yang menentukan pemilihannya adalah keasaman relatif gugus metilena pada posisi 1, yang cukup tinggi untuk suatu hidrokarbon karena anion hasil deprotonasi terstabilkan oleh delokalisasi menyeluruh pada sistem indenil. Dari titik ini, indena mudah diubah menjadi garam indenil yang kemudian direaksikan dengan halida logam transisi untuk membentuk kompleks. Sebagai cairan, indena praktis diukur dengan pipet atau jarum suntik dan mudah dimurnikan melalui distilasi. Namun perlu diingat bahwa indena cenderung mengalami oksidasi dan polimerisasi bila lama terpapar udara dan cahaya, sehingga kesegaran bahan sangat memengaruhi keberhasilan reaksi.
Di laboratorium Indonesia, indena umumnya digunakan oleh kelompok riset katalisis, polimer, dan kimia organologam di universitas maupun lembaga penelitian, termasuk untuk penyiapan katalis metalosena skala laboratorium. Kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memberi keleluasaan memilih volume yang sesuai dengan laju pemakaian, dan sebaiknya dipilih ukuran yang habis dalam waktu wajar agar mutunya tetap terjaga.
- Penyiapan ligan indenil untuk kompleks logam transisi, karena deprotonasi gugus metilena menghasilkan anion terdelokalisasi yang mengikat pusat logam secara kuat dan stabil.
- Sintesis katalis metalosena berbasis indenil untuk riset polimerisasi olefin, sebab ligan indenil memberi sifat sterik dan elektronik yang berbeda dari siklopentadienil sederhana.
- Bahan awal menuju 1-indanon, 1-indanol, dan turunan indan lain melalui oksidasi atau hidrasi, memperluas akses ke kerangka bisiklik yang banyak dicari.
- Studi reaksi adisi pada ikatan rangkap serta hidrogenasi selektif, karena molekulnya memiliki bagian aromatik dan bagian olefinik yang reaktivitasnya jelas berbeda.
- Penelitian resin dan bahan polimer berbasis indena, mengingat kecenderungan senyawa ini berpolimerisasi dapat dimanfaatkan secara terkendali untuk membentuk material tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-13-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 mL, 100 mL, dan 500 mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan dingin, terlindung dari cahaya, dan jauh dari sumber api |
Simpan indena dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, gelap, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta bahan pengoksidasi, mengingat sifatnya sebagai cairan organik yang mudah terbakar. Penyimpanan dingin dan terlindung cahaya membantu memperlambat oksidasi maupun polimerisasi selama masa simpan. Bila akan digunakan untuk sintesis organologam yang peka, pertimbangkan penyimpanan di bawah gas inert dan pengambilan menggunakan jarum suntik melalui septum. Tangani di lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium.
- Deck dkk. (2000). Step−Growth Polymers Derived from Indene and Decafluorobiphenyl. A New Polymerization Mode for Indene. Macromolecules doi:10.1021/ma001424g
- CAMINATI (1994). ChemInform Abstract: Low‐Energy Vibrations of Indene. ChemInform doi:10.1002/chin.199413043
- Zhang dkk. (1999). Bioconversion of indene to trans-2S,1S-bromoindanol and 1S,2R-indene oxide by a bromoperoxidase/dehydrogenase preparation from Curvularia protuberata MF5400. Enzyme and Microbial Technology doi:10.1016/s0141-0229(98)00111-2
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
