Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 767-58-8

1-Methyl-2,3-dihydro-1H-indene TCI M3865

1-Methyl-2,3-dihydro-1H-indene TCI M3865

Identitas Kimia

No. CAS
767-58-8
Kemurnian
>95.0%(GC)
Harga reguler Rp 9.514.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 9.514.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3865 adalah 1-Methyl-2,3-dihydro-1H-indene, yang lebih dikenal sebagai 1-metilindana, sebuah hidrokarbon bisiklik yang terdiri atas cincin benzena menyatu dengan cincin siklopentana jenuh dan membawa gugus metil pada karbon benzilik. Senyawa ini tergolong building block non-heterosiklik dan berperan di laboratorium sebagai substrat model, bahan pembanding analitik, sekaligus kerangka awal untuk sintesis turunan indana. Kerangka indana banyak dijumpai pada senyawa aktif dan bahan wangi, sehingga tersedianya bahan awal yang sudah membawa percabangan metil mempersingkat jalur sintesis yang harus ditempuh peneliti.

Karakteristik yang membuatnya dipilih adalah adanya karbon benzilik tersier yang membawa gugus metil. Posisi ini merupakan titik paling reaktif terhadap abstraksi hidrogen radikal maupun oksidasi, sehingga senyawa ini menjadi substrat uji yang sangat informatif untuk menilai selektivitas katalis oksidasi dan reaksi radikal terkendali. Karbon tersebut juga merupakan pusat stereogenik, yang menjadikan molekul ini menarik bagi kajian pemisahan enansiomer, kromatografi kiral, dan katalisis asimetris. Cincin siklopentana yang menyatu memberikan kekakuan konformasi khas serta sudut regangan yang berbeda dari sistem tetralin, sehingga perbandingan keduanya kerap dipakai untuk menjelaskan pengaruh ukuran cincin terhadap laju reaksi.

Di laboratorium Indonesia, senyawa ini umumnya digunakan pada penelitian katalisis di perguruan tinggi, kajian mekanisme reaksi radikal, serta pengembangan metode analisis hidrokarbon. Kemasan 250 mg tepat untuk percobaan skala mikro, penyiapan larutan baku, dan rangkaian uji katalitik berulang yang tiap kalinya hanya memerlukan bahan dalam jumlah sangat kecil.

  • Substrat model oksidasi benzilik tersier, karena karbon benziliknya yang membawa metil merupakan titik serang paling reaktif untuk menguji selektivitas katalis.
  • Kajian reaksi radikal dan abstraksi hidrogen, sebab ikatan karbon-hidrogen benzilik tersiernya memiliki energi disosiasi rendah sehingga mudah dipelajari secara kuantitatif.
  • Objek pengembangan metode kromatografi kiral, karena molekulnya memiliki satu pusat stereogenik sehingga tersedia sepasang enansiomer yang perlu dipisahkan.
  • Bahan awal sintesis turunan indana, memanfaatkan cincin aromatiknya yang siap menjalani substitusi elektrofilik untuk membangun senyawa sasaran yang lebih rumit.
  • Senyawa pembanding analisis kromatografi gas, sebab sifat nonpolar dan strukturnya yang tegas memberikan puncak yang tajam serta waktu retensi yang mudah direproduksi.

Merek TCI
Nomor CAS 767-58-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 250 mg
Bentuk fisik cairan hidrokarbon; pemerian dan kemurnian mengacu pada sertifikat analisis produsen
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sumber api

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari nyala api, percikan listrik, dan bahan pengoksidasi kuat, sebab hidrokarbon aromatik pada umumnya bersifat mudah terbakar. Karena posisi benziliknya peka terhadap oksidasi udara, sebaiknya wadah tidak dibiarkan terbuka lama dan, bila memungkinkan, ruang kepala botol dialiri gas nitrogen sebelum ditutup kembali. Lakukan pemindahan dengan jarum suntik di dalam lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari menghirup uap, dan buang sisa bahan melalui jalur limbah pelarut organik.

—