Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 28479-22-3

3-Chloro-4-methylphenyl Isocyanate TCI I0563

3-Chloro-4-methylphenyl Isocyanate TCI I0563

Identitas Kimia

No. CAS
28479-22-3
PubChem
CID 62832·SID 87571907
Rumus molekul
C8H6ClNO
Berat molekul
167.59 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloro-4-isocyanato-1-methylbenzene
SMILES
CC1=C(C=C(C=C1)N=C=O)Cl
InChIKey
UKTKKMZDESVUEE-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.458.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.458.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Chloro-4-methylphenyl Isocyanate adalah aril isosianat yang membawa dua substituen sekaligus pada cincin benzena, yaitu atom klor dan gugus metil. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai blok bangunan non-heterosiklik untuk membentuk urea dan karbamat dengan pola substitusi yang spesifik, sesuatu yang sulit dicapai bila hanya tersedia isosianat bersubstituen tunggal. Reaksinya dengan amina primer maupun sekunder berlangsung cepat dan bersih, menghasilkan aril urea yang siap diuji aktivitas hayatinya atau dilanjutkan pada tahap sintesis berikutnya tanpa memerlukan reagen kopling maupun katalis tambahan.

Nilai lebih senyawa ini terletak pada perpaduan sifat kedua substituennya. Atom klor bersifat penarik elektron secara induktif sehingga meningkatkan elektrofilisitas gugus isosianat, sedangkan gugus metil bersifat pendonor lemah yang sedikit menyeimbangkan efek tersebut dan menambah karakter lipofilik pada molekul hasil. Kombinasi ini menghasilkan reagen dengan reaktivitas yang baik namun tidak berlebihan, sekaligus menyumbang sifat fisikokimia yang kerap dicari pada rancangan senyawa bioaktif. Pola substitusi klorotoluil juga memberi tanda tangan spektroskopi yang khas, baik pada resonansi magnetik inti proton maupun pada spektrometri massa, sehingga identifikasi produk menjadi mudah dan meyakinkan.

Laboratorium di Indonesia biasanya menggunakan bahan ini pada penelitian kimia obat dan agrokimia yang menuntut variasi substituen secara sistematis pada cincin aromatik. Kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan antara penjajakan kondisi reaksi dan penyiapan perantara dalam jumlah cukup. Seperti isosianat lainnya, keberhasilan pemakaiannya di iklim tropis sangat bergantung pada disiplin penyimpanan anhidrat dan pengambilan yang cepat serta tertutup.

  • Sintesis aril urea dengan pola substitusi ganda, karena kombinasi klor dan metil sulit diperoleh melalui modifikasi bertahap sehingga reagen siap pakai ini menghemat langkah.
  • Penyiapan seri senyawa untuk kajian hubungan struktur dengan aktivitas, sebab variasi substituen pada cincin aromatik merupakan cara utama menelusuri kebutuhan elektronik target biologis.
  • Pembentukan karbamat dari alkohol dan fenol, menghasilkan perantara stabil yang dapat dimurnikan dengan kromatografi kolom maupun rekristalisasi sederhana di laboratorium.
  • Penelitian agrokimia berbasis motif fenilurea, mengingat banyak bahan aktif pelindung tanaman memanfaatkan cincin aromatik terklorinasi dengan substituen alkil tambahan.
  • Derivatisasi amina untuk analisis kromatografi, karena turunan urea aromatik yang terbentuk memberi respons detektor ultraviolet kuat serta waktu retensi yang mudah dibedakan.

Merek TCI
Nomor CAS 28479-22-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g, 25 g
Bentuk fisik cairan hingga padatan dengan titik leleh rendah, bergantung suhu ruang
Penyimpanan sangat peka terhadap kelembapan; simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, sebaiknya di bawah gas inert

Simpan bahan ini dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di bawah atmosfer gas inert, pada tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Karena isosianat bereaksi cepat dengan uap air, gunakan botol bersegel septum dan ambil isinya dengan syringe kering, atau lakukan pemindahan di dalam glove bag bila bahan memadat pada suhu ruang laboratorium. Seluruh penanganan harus berlangsung di dalam lemari asam sebab uapnya bersifat iritatif terhadap mata, kulit, dan saluran pernapasan serta berpotensi menimbulkan sensitisasi pada paparan berulang. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta pisahkan penyimpanannya dari air, amina, alkohol, dan basa kuat.

—