1-Isopropylimidazole merupakan turunan imidazol tersubstitusi pada atom nitrogen dengan gugus isopropil, dan berperan sebagai blok pembangun heterosiklik yang serbaguna di laboratorium sintesis. Cincin imidazol dikenal luas sebagai inti yang muncul pada banyak molekul aktif biologis sekaligus sebagai ligan penting dalam kimia koordinasi. Kehadiran gugus isopropil pada salah satu nitrogen membuat satu posisi terkunci, sehingga nitrogen yang tersisa tetap bebas berperan sebagai basa maupun donor elektron dalam pembentukan kompleks logam.
Sifat yang membuat senyawa ini dipilih adalah kombinasi kebasaan sedang, kemampuan koordinasi yang baik, dan halangan sterik dari gugus isopropil yang membantu mengatur selektivitas reaksi. Wujudnya berupa cairan sehingga mudah dipindahkan dengan mikropipet atau syringe dan dicampurkan ke dalam pelarut organik tanpa perlu tahap pelarutan yang panjang. Kemudahan penanganan ini penting pada percobaan katalisis yang menuntut penambahan ligan dalam jumlah kecil secara akurat. Bahan ini juga sering dipakai sebagai prekursor pada penyiapan garam imidazolium dan cairan ionik.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dimanfaatkan oleh laboratorium kimia organik dan kimia anorganik di perguruan tinggi serta lembaga riset yang menekuni katalisis dan material fungsional. Kemasan 25 g memadai untuk rangkaian optimasi reaksi maupun praktikum lanjut tanpa perlu pemesanan berulang dalam waktu singkat. Konsistensi mutu dari merek TCI membantu menjaga keterulangan hasil sintesis antar kelompok riset.
Produk TCI terkait
- TCI I0313 36947-68-9 2-Isopropylimidazole
- TCI P1991 35203-44-2 1-Propylimidazole
- TCI P0947 50995-95-4 2-Propylimidazole
- TCI M3059 216299-72-8 1-Methyl-3-propylimidazolium Bis(trifluoromethanesulfonyl)imide
- TCI M3036 244193-48-4 1-Methyl-3-propylimidazolium Tetrafluoroborate
- TCI M3035 79917-89-8 1-Methyl-3-propylimidazolium Chloride
- Ligan pada kompleks logam transisi, karena nitrogen bebas pada cincin imidazol mampu berkoordinasi dengan pusat logam secara kuat dan terarah.
- Prekursor garam imidazolium dan cairan ionik, sebab nitrogen yang tersisa mudah dialkilasi untuk menghasilkan kation imidazolium tersubstitusi.
- Basa organik pada reaksi sintesis, mengingat kebasaannya cukup untuk menetralkan asam yang terbentuk tanpa mengganggu banyak gugus fungsi sensitif.
- Blok pembangun kimia medisinal, karena inti imidazol tersubstitusi sering dikembangkan menjadi kerangka kandidat senyawa aktif yang baru.
- Kajian pengaruh sterik pada katalisis, sebab gugus isopropil memberi halangan ruang yang dapat dibandingkan dengan analog imidazol lain.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4532-96-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, tertutup rapat, dan terlindung cahaya sesuai anjuran produsen |
Simpan 1-Isopropylimidazole dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun bahan pengoksidasi. Karena berwujud cairan yang bersifat basa, hindari kontak dengan kulit dan mata serta gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Lakukan pemindahan di dalam lemari asam untuk mencegah paparan uap. Tutup rapat kembali segera setelah digunakan agar bahan tidak menyerap kelembapan udara. Kumpulkan sisa dan cucian sebagai limbah kimia sesuai prosedur laboratorium.
- Chen dkk. (2024). Synthesis, structure, and oxygen reduction reaction activity of 1-isopropylimidazole and 1-propylimidazole ligand-nickel borate crystals. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2024.117079
- Semerci dkk. (2017). Synthesis and characterization of new Ag(I) coordination networks based on saccharinate and bis(isopropylimidazole) ligands exhibiting very close C–H⋯Ag interactions. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2016.11.029
- Ngoune dkk. (2011). Composé modèle des métalloprotéines de zinc: synthèse et caractérisation du complexe bisformatobis(2-isopropylimidazole)zinc(II). Cameroon Journal of Experimental Biology doi:10.4314/cajeb.v7i1.69787
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
