Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 110-93-0

6-Methyl-5-hepten-2-one TCI M0252

6-Methyl-5-hepten-2-one TCI M0252

Identitas Kimia

No. CAS
110-93-0
Rumus molekul
C8H14O
Berat molekul
126.20 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
6-methylhept-5-en-2-one
SMILES
CC(=CCCC(=O)C)C
InChIKey
UHEPJGULSIKKTP-UHFFFAOYSA-N
PubChem
CID 9862
Harga reguler Rp 637.350,00
Harga reguler Harga obral Rp 637.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

6-Methyl-5-hepten-2-one (TCI M0252) adalah senyawa keton tak jenuh bercabang yang di kalangan kimiawan organik lebih akrab disebut methylheptenone atau sulcatone. Molekulnya memadukan gugus karbonil keton dengan satu ikatan rangkap karbon–karbon pada rantai yang sama, sehingga senyawa ini berperan sebagai kerangka dasar (building block) untuk membangun molekul terpenoid dan turunan asiklik berantai panjang. Di laboratorium sintesis organik, bahan ini kerap menjadi titik awal pembuatan senyawa aroma, intermediat isoprenoid, serta rantai samping molekul kompleks yang akan sangat merepotkan bila harus disusun dari fragmen yang lebih kecil satu per satu.

Yang membuat senyawa ini dipilih adalah keberadaan dua pusat reaktif yang dapat dibedakan perlakuannya. Gugus karbonilnya siap menerima serangan nukleofil, mengikuti reaksi Grignard, reduksi, kondensasi aldol, maupun pembentukan enolat, sedangkan ikatan rangkap trisubstitusinya dapat diarahkan pada epoksidasi, hidrogenasi selektif, maupun reaksi ene. Kombinasi ini memberi peneliti fleksibilitas untuk memperpanjang rantai karbon dari satu ujung sambil menyimpan ujung lain untuk tahap berikutnya. Wujudnya berupa cairan sehingga mudah diukur dengan mikropipet atau syringe, dan mudah dilarutkan dalam pelarut organik yang lazim dipakai di bangku kerja.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan oleh kelompok riset kimia organik sintesis di perguruan tinggi, laboratorium kimia bahan alam yang menelusuri jalur biosintesis terpenoid, serta unit riset dan pengembangan industri flavor dan fragrance. Kemasan 25 mL sesuai untuk skala penelitian tesis, disertasi, maupun optimasi reaksi berulang, karena volumenya cukup untuk beberapa seri percobaan tanpa menyisakan stok besar yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan panjang di iklim tropis.

  • Sintesis terpenoid dan isoprenoid: kerangka tujuh karbon bercabangnya sudah menyerupai unit isoprena, sehingga memangkas banyak tahap pembangunan rantai dari awal.
  • Reaksi Grignard dan organolitium: gugus keton bereaksi bersih dengan reagen organologam untuk menghasilkan alkohol tersier bercabang yang sulit diperoleh lewat jalur lain.
  • Kondensasi aldol dan Wittig: posisi alfa terhadap karbonil mudah dienolkan, memungkinkan pembentukan ikatan karbon–karbon baru secara terkendali di laboratorium.
  • Studi epoksidasi selektif: ikatan rangkap trisubstitusi memberi model yang baik untuk menguji kemoselektivitas oksidator terhadap alkena versus gugus karbonil.
  • Riset senyawa aroma: senyawa ini menjadi prekursor maupun pembanding analitik pada penelitian flavor, fragrance, dan profil volatil bahan alam Indonesia.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M0252
Nomor CAS 110-93-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 mL
Bentuk fisik cairan organik
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya sesuai anjuran label serta SDS produsen

Simpan botol dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, serta oksidator kuat. Botol asli dari produsen sebaiknya dipertahankan karena tutupnya dirancang meminimalkan penguapan. Lakukan penuangan dan pengambilan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya uap. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan pastikan wadah kembali tersegel rapat sebelum dikembalikan ke rak penyimpanan.

—