Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 14719-83-6

Methyl 4-Chloro-3-nitrobenzoate TCI M1779

Methyl 4-Chloro-3-nitrobenzoate TCI M1779

Identitas Kimia

No. CAS
14719-83-6
PubChem
CID 735797·SID 87558847
Rumus molekul
C8H6ClNO4
Berat molekul
215.59 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 4-chloro-3-nitrobenzoate
SMILES
COC(=O)C1=CC(=C(C=C1)Cl)[N+](=O)[O-]
InChIKey
XRTKWPWDSUNLHS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 769.650,00
Harga reguler Harga obral Rp 769.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Methyl 4-Chloro-3-nitrobenzoate (TCI M1779) adalah ester benzoat yang membawa atom klor dan gugus nitro pada posisi bertetangga di cincin aromatik. Susunan ini bukan kebetulan: gugus nitro yang sangat menarik elektron mengaktifkan atom klor di sebelahnya sehingga sangat rentan digantikan oleh nukleofil. Karena itu, di laboratorium senyawa ini dikenal sebagai substrat andalan untuk reaksi substitusi nukleofilik aromatik, sebuah transformasi yang menjadi tulang punggung banyak jalur sintesis senyawa heterosiklik dan kandidat obat.

Sifat yang membuatnya begitu berguna adalah kemampuannya melakukan dua peran berurutan. Pertama, klor digantikan oleh amina, tiol, atau alkoksida pada kondisi yang relatif sederhana, sering kali hanya dengan pemanasan dalam pelarut polar aprotik dan basa. Kedua, gugus nitro yang tersisa kemudian dapat direduksi menjadi amina aromatik, menghasilkan pasangan gugus bertetangga yang siap disiklisasi menjadi cincin benzimidazol, kuinoksalin, atau sistem terkondensasi lainnya. Ester metilnya tetap utuh selama kedua tahap tersebut dan dapat diolah belakangan menjadi asam atau amida. Sebagai padatan yang stabil, bahan ini mudah ditimbang dan disimpan.

Kelompok riset kimia organik dan kimia medisinal di Indonesia kerap memakai bahan ini untuk membangun pustaka senyawa uji dan untuk praktikum sintesis tingkat lanjut, karena reaksinya terprediksi dan hasilnya mudah diamati. Kemasan 5 g sesuai untuk penelusuran kondisi reaksi, sedangkan 25 g mendukung sintesis bertahap yang menuntut bahan awal dalam jumlah lebih banyak.

  • Substrat substitusi nukleofilik aromatik dengan amina, tiol, atau alkoksida, karena gugus nitro bertetangga mengaktifkan atom klor sehingga reaksi berjalan pada kondisi ringan.
  • Prekursor amina aromatik melalui reduksi gugus nitro, sebab langkah ini menghasilkan pasangan gugus bertetangga yang siap dipakai pada siklisasi berikutnya.
  • Sintesis benzimidazol dan kuinoksalin, karena kombinasi nitrogen hasil substitusi dan amina hasil reduksi memungkinkan penutupan cincin secara langsung.
  • Penyusunan pustaka senyawa untuk kimia medisinal, sebab satu substrat ini dapat dikawinkan dengan puluhan nukleofil berbeda dalam format reaksi paralel.
  • Penyiapan turunan asam benzoat tersubstitusi, karena ester metilnya bertahan selama transformasi cincin lalu dapat dihidrolisis pada tahap akhir sesuai kebutuhan.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 14719-83-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan kristalin; pemerian resmi mengikuti lembar spesifikasi lot
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat, jauh dari panas dan bahan pereduksi

Simpan dalam wadah asli tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas maupun nyala api. Senyawa nitroaromatik sebaiknya disimpan terpisah dari bahan pereduksi kuat, basa kuat, dan bahan pengoksidasi. Gunakan sarung tangan, pelindung mata, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di dalam lemari asam untuk mencegah kontak kulit maupun terhirupnya debu halus. Hindari pemanasan berlebih di luar kondisi reaksi yang dirancang. Tumpahan dikumpulkan secara kering, area dibersihkan, dan sisa bahan dibuang melalui jalur limbah kimia laboratorium yang berlaku.

  • Ferguson dkk. (1997). Mechanism and Stereochemistry of the Reaction of Dichloroplatinum(II) Complexes with Diazo Compounds. X-ray Structures of Four Key Products: [(2R,3R)-Bis(diphenylphosphino)butane]chloro- [(S)-chloro(methoxycarbonyl)methyl]platinum(II), (η4-1,5-Cyclooctadiene)[3-chloro-5-(dimethoxyphosphonyl)-2- methoxy-4,1,2-platinaoxaphospholane P-oxide], (R,R)-[Chloro(dimethoxyphosphonyl)methyl][chloro- (trimethylsilyl)methyl](1,5-cyclooctadiene)platinum(II), and Chloro[chloro(dimethoxyphosphonyl)methyl](η4-1,5-cyclooctadiene)platinum(II). Organometallics doi:10.1021/om9607964

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.