Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 4760-34-3

N1-Methylbenzene-1,2-diamine TCI M1822

N1-Methylbenzene-1,2-diamine TCI M1822

Identitas Kimia

No. CAS
4760-34-3
Kemurnian
>98.0%(GC)
Harga reguler Rp 1.988.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.988.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1822 N1-Methylbenzene-1,2-diamine adalah turunan orto-fenilendiamina yang salah satu gugus aminanya telah termetilasi. Struktur diamina aromatik berdampingan ini menjadikannya building block klasik di laboratorium sintesis organik, terutama untuk membangun cincin heterosiklik beranggota lima yang menyatu dengan benzena. Perbedaan penting dibandingkan diamina yang tidak termetilasi adalah adanya asimetri antara gugus amina primer dan amina sekunder, yang memberi peneliti kendali arah reaksi sehingga produk siklisasi terbentuk dengan pola substitusi yang sudah ditentukan sejak awal.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah nukleofilisitas kedua gugus amina yang tinggi disertai perbedaan reaktivitas yang dapat dimanfaatkan. Amina primer umumnya bereaksi lebih dahulu dengan elektrofil seperti aldehida, asam karboksilat teraktivasi, atau turunan asam, sedangkan amina sekunder bermetil menutup cincin pada tahap berikutnya dan sekaligus menetapkan posisi gugus metil pada produk akhir. Konsekuensi dari sifat kaya elektron tersebut adalah kepekaan terhadap oksidasi udara dan cahaya, yang biasanya terlihat sebagai penggelapan warna bahan selama penyimpanan. Karena itu, mutu awal dan cara penyimpanan sangat menentukan keberhasilan reaksi.

Di Indonesia, senyawa ini banyak digunakan pada riset sintesis benzimidazol di laboratorium kimia organik perguruan tinggi, penelitian bahan antara farmasi, serta kajian ligan dan senyawa kompleks. Kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan, mulai dari percobaan penapisan kondisi reaksi berskala miligram sampai sintesis berulang yang membutuhkan pasokan bahan lebih besar.

  • Sintesis benzimidazol tersubstitusi nitrogen: gugus amina sekunder bermetil memastikan posisi substituen pada produk sehingga campuran regioisomer dapat dihindari sejak awal.
  • Pembentukan kuinoksalin dan benzodiazepin: diamina aromatik berdampingan bereaksi dengan senyawa dikarbonil membentuk sistem cincin menyatu yang penting pada kimia medisinal.
  • Sintesis ligan kimia koordinasi: pasangan elektron bebas pada kedua nitrogen memungkinkan pembentukan kompleks kelat dengan berbagai logam transisi untuk penelitian katalisis.
  • Bahan antara senyawa bioaktif: kerangka benzimidazol yang dihasilkan merupakan motif yang sering ditemui pada molekul dengan aktivitas biologis menarik bagi peneliti farmasi.
  • Studi reaktivitas amina bertingkat: menjadi substrat model yang baik untuk mengamati selektivitas reaksi antara amina primer dan amina sekunder pada kondisi berbeda.

Merek TCI
Nomor CAS 4760-34-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik mengacu pada label kemasan dan Certificate of Analysis batch
Penyimpanan simpan sejuk, gelap, tertutup rapat, dan sedapat mungkin di bawah gas inert

Diamina aromatik mudah teroksidasi oleh udara dan cahaya, sehingga wadah harus selalu tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk serta gelap. Setelah pengambilan, bilas ruang kepala wadah dengan nitrogen atau argon bila fasilitas tersedia agar penggelapan warna dapat diperlambat. Amina aromatik dapat diserap melalui kulit, maka kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan seluruh penanganan di dalam lemari asam. Hindari kontak dengan asam kuat dan bahan pengoksidasi, dan kelola limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium.

—