Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 57620-49-2

4-Methyl-4-nitrovaleraldehyde TCI M1825

4-Methyl-4-nitrovaleraldehyde TCI M1825

Identitas Kimia

No. CAS
57620-49-2
PubChem
CID 12264009·SID 87559214
Rumus molekul
C6H11NO3
Berat molekul
145.16 g/mol
Kemurnian
>90.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-methyl-4-nitropentanal
SMILES
CC(C)(CCC=O)[N+](=O)[O-]
InChIKey
YDVAFDALOGXWTO-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.466.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.466.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M1825 4-Methyl-4-nitrovaleraldehyde adalah senyawa alifatik berfungsi ganda yang memiliki gugus aldehida pada satu ujung rantai dan gugus nitro tersier pada karbon kuaterner di ujung lainnya. Kombinasi dua gugus fungsi yang sangat berbeda sifat ini menjadikannya building block non-heterosiklik yang berharga di laboratorium sintesis organik, karena setiap gugus dapat dikerjakan secara berurutan untuk membangun kerangka molekul yang lebih rumit. Senyawa ini memberi peneliti akses cepat ke rantai karbon lima yang sudah terfungsionalisasi tanpa perlu menyusunnya melalui banyak tahapan awal.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah keserbagunaan transformasi yang dapat dilakukan pada kedua ujung molekul. Gugus aldehida terbuka untuk aminasi reduktif, kondensasi aldol, olefinasi, pembentukan asetal pelindung, serta oksidasi menjadi asam karboksilat. Gugus nitro tersier, sementara itu, dapat direduksi menjadi amina tersier berkarbon kuaterner yang sulit diperoleh dengan cara lain, dan hasil reduksi tersebut sering langsung bereaksi secara intramolekul dengan gugus karbonil membentuk cincin bernitrogen. Karbon kuaterner yang membawa gugus nitro juga memberi halangan ruang khas yang memengaruhi selektivitas reaksi dan konformasi produk akhir. Wujudnya yang umumnya berupa cairan memudahkan pengambilan dengan jarum suntik.

Laboratorium di Indonesia menggunakan bahan semacam ini pada penelitian sintesis organik lanjut, riset senyawa bernitrogen, serta pengembangan bahan antara di lembaga penelitian dan industri. Ketersediaan kemasan 5 g dan 25 g memudahkan pengaturan skala, mulai dari percobaan penapisan kondisi reaksi hingga sintesis berulang yang memerlukan pasokan bahan lebih banyak.

  • Sintesis amina berkarbon kuaterner: reduksi gugus nitro tersier menghasilkan amina bercabang penuh yang sulit dibuat melalui jalur alkilasi konvensional.
  • Pembentukan cincin pirolidina dan piperidina: reduksi nitro diikuti siklisasi intramolekul dengan gugus aldehida membuka jalur menuju heterosiklik jenuh bernitrogen.
  • Aminasi reduktif terarah: gugus aldehida bereaksi dengan amina membentuk basa Schiff yang kemudian direduksi menjadi amina sekunder maupun tersier.
  • Reaksi perpanjangan rantai: karbonil aldehida dapat diolah melalui kondensasi aldol atau olefinasi Wittig untuk memperpanjang kerangka karbon secara terkendali.
  • Riset bahan antara bernitrogen: dua gugus fungsi yang saling melengkapi memungkinkan perancangan rute sintesis singkat menuju molekul target yang kompleks.

Merek TCI
Nomor CAS 57620-49-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik umumnya cairan; konfirmasi pada Certificate of Analysis batch
Penyimpanan simpan sejuk, kering, gelap, dan tertutup rapat

Simpan senyawa dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, jauh dari panas, basa kuat, serta bahan pengoksidasi maupun pereduksi kuat mengingat kehadiran gugus nitro. Karena aldehida mudah teroksidasi oleh udara, minimalkan waktu wadah dalam keadaan terbuka dan pertimbangkan pembilasan ruang kepala dengan gas inert setelah pengambilan. Lakukan seluruh penanganan di lemari asam sambil mengenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Gunakan jarum suntik kering untuk pemindahan cairan dan kelola limbah sesuai prosedur laboratorium.

—