Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2965-22-2

Methyl 2-Fluoro-5-nitrobenzoate TCI M3115

Methyl 2-Fluoro-5-nitrobenzoate TCI M3115

Identitas Kimia

No. CAS
2965-22-2
PubChem
CID 11217860·SID 354335786
Rumus molekul
C8H6FNO4
Berat molekul
199.14 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 2-fluoro-5-nitrobenzoate
SMILES
COC(=O)C1=C(C=CC(=C1)[N+](=O)[O-])F
InChIKey
JZLONOOYIXEAHM-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.803.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.803.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI M3115 Methyl 2-Fluoro-5-nitrobenzoate adalah bahan baku sintesis organik golongan *fluorinated building block* yang menggabungkan tiga gugus fungsi bermanfaat dalam satu cincin benzena: ester metil, atom fluor, dan gugus nitro. Kombinasi ini menjadikannya perantara serbaguna bagi kimiawan sintesis yang membangun kerangka molekul bertingkat. Di laboratorium, senyawa ini umumnya dipakai sebagai titik awal pembuatan turunan benzamida, benzimidazol, serta berbagai kerangka heterosiklik yang menjadi tulang punggung penelitian bahan aktif farmasi dan agrokimia.

Sifat yang membuatnya sangat dicari adalah reaktivitas atom fluor pada posisi orto terhadap ester dan diaktifkan oleh gugus nitro, sehingga substitusi nukleofilik aromatik berjalan efisien dengan amina, alkohol, maupun tiol dalam kondisi yang relatif lunak. Gugus nitro sendiri dapat direduksi menjadi amina untuk membuka jalur siklisasi lebih lanjut, sedangkan ester metil mudah dihidrolisis menjadi asam karboksilat atau diubah menjadi amida. Ketiga jalur transformasi tersebut dapat dijalankan secara berurutan dan terkendali, memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan rute sintesis.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak digunakan pada kelompok riset kimia organik sintesis di universitas, laboratorium pengembangan bahan aktif, dan program penelitian pascasarjana yang menyusun pustaka senyawa baru. Kemasan 5 g sesuai dengan skala percobaan bangku yang umumnya berjalan pada rentang milimol, cukup untuk beberapa kali optimasi reaksi sekaligus pembuatan sampel untuk karakterisasi NMR dan spektrometri massa.

  • Reaksi substitusi nukleofilik aromatik dengan amina, karena atom fluor yang diaktifkan gugus nitro mudah digantikan sehingga menghasilkan turunan anilina tersubstitusi secara efisien.
  • Sintesis kerangka benzimidazol dan heterosiklik terfusi, sebab gugus nitro dapat direduksi menjadi amina lalu disiklisasi bersama gugus tetangga pada cincin.
  • Pembuatan pustaka senyawa untuk penelitian obat, karena tiga gugus fungsi berbeda memungkinkan diversifikasi struktur secara bertahap dari satu bahan awal.
  • Penelitian kimia medisinal berbasis fluor, sebab penyisipan atom fluor sering meningkatkan stabilitas metabolik dan sifat farmakokinetik molekul kandidat yang dikembangkan.
  • Sintesis perantara agrokimia dan bahan fungsional, karena kerangka benzoat terfluorinasi banyak dijumpai pada struktur bahan aktif pertanian maupun material khusus.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 2965-22-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Fluorinated Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g
Bentuk fisik padatan kristalin (periksa keterangan warna dan kemurnian pada label lot)
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik sesuai anjuran pada label produsen

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, nyala api, serta bahan pengoksidasi dan pereduksi kuat. Sebagai senyawa nitroaromatik, bahan ini memerlukan kewaspadaan tambahan terhadap panas berlebih. Gunakan sarung tangan tahan kimia, jas laboratorium, dan pelindung mata; lakukan penimbangan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya debu halus. Tutup wadah segera setelah pengambilan agar tidak menyerap lembap, gunakan spatula kering dan bersih, serta buang sisa bahan maupun pelarut bekas melalui jalur limbah kimia organik yang berlaku di institusi.

—