Palmitic Acid Hydrazide (hidrazida asam palmitat) dari TCI adalah turunan asam palmitat yang gugus karboksilatnya diganti dengan gugus hidrazida (–CONHNH₂). Senyawa ini menggabungkan rantai alkil jenuh C16 yang panjang dan hidrofobik dengan ujung hidrazida yang nukleofilik dan reaktif. Di laboratorium sintesis, bahan ini berperan sebagai building block non-heterosiklik untuk membuat hidrazon, senyawa heterosiklik seperti oksadiazol dan triazol, serta berbagai turunan amfifilik. Bahan ini memudahkan peneliti memasukkan rantai lemak panjang ke dalam molekul target lewat reaksi yang relatif sederhana.
Senyawa ini dipilih karena gugus hidrazidanya mudah bereaksi dengan aldehida dan keton membentuk hidrazon dalam kondisi yang ringan. Gugus ini juga bisa disiklisasi menjadi cincin heterosiklik lima anggota yang banyak dikaji dalam kimia medisinal. Rantai C16 memberi sifat lipofilik yang kuat, sehingga turunannya sering diteliti untuk aktivitas permukaan, kemampuan menembus membran, atau pembentukan gel organik. Kombinasi kepala polar dan ekor nonpolar ini juga relevan untuk perancangan surfaktan dan material swarakit (self-assembly).
Di Indonesia, bahan ini cocok untuk laboratorium kimia organik dan kimia medisinal di perguruan tinggi yang mengembangkan senyawa turunan asam lemak, termasuk riset bahan aktif berbasis oleokimia dari sumber sawit. Kemasan 25g memadai untuk serangkaian sintesis skala laboratorium, optimasi kondisi reaksi, dan pembuatan pustaka senyawa untuk uji aktivitas biologis dalam penelitian skripsi, tesis, maupun disertasi.
- Sintesis hidrazon: gugus hidrazida bereaksi efisien dengan aldehida atau keton sehingga turunan hidrazon lipofilik mudah dibuat untuk studi kimia dan biologi.
- Pembentukan heterosiklik 1,3,4-oksadiazol dan triazol: hidrazida adalah prekursor klasik untuk siklisasi menjadi cincin lima anggota yang penting dalam kimia medisinal.
- Penelitian senyawa amfifilik dan surfaktan: kepala hidrazida yang polar dan ekor C16 yang hidrofobik membuatnya cocok untuk merancang molekul aktif permukaan.
- Studi organogelator dan self-assembly: ikatan hidrogen dari gugus hidrazida yang dipadukan dengan interaksi rantai alkil panjang mendukung pembentukan struktur supramolekul.
- Derivatisasi dan konjugasi: gugus hidrazida bisa dipakai untuk menempelkan rantai lemak ke molekul yang memiliki gugus karbonil, misalnya dalam modifikasi biomolekul.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2619-88-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan; lihat CoA untuk detailnya |
| Penyimpanan | tempat sejuk, kering, gelap, wadah tertutup rapat |
Simpan hidrazida asam palmitat dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Jauhkan dari oksidator kuat, aldehida, dan keton yang dapat bereaksi dengan gugus hidrazida. Senyawa hidrazida perlu diperlakukan dengan hati-hati, jadi kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Timbang bahan di lemari asam atau area berventilasi baik untuk menghindari terhirupnya debu. Baca SDS sebelum digunakan dan buang limbah sesuai prosedur limbah kimia organik di laboratorium Anda.
- Li dkk. (2011). Study on preparation, structure and thermal energy storage property of capric–palmitic acid/attapulgite composite phase change materials. Applied Energy doi:10.1016/j.apenergy.2011.02.030
- Alva dkk. (2017). Synthesis and characterization of microencapsulated myristic acid–palmitic acid eutectic mixture as phase change material for thermal energy storage. Applied Energy doi:10.1016/j.apenergy.2017.06.082
- Saeidi dkk. (1997). The Inheritance of Variegated Seed Color and Palmitic Acid in Flax. Journal of Heredity doi:10.1093/oxfordjournals.jhered.a023138
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
