O-Phenylhydroxylamine Hydrochloride dari TCI (kode P3245) adalah garam hidroklorida dari hidroksilamina yang atom oksigennya terikat langsung pada cincin fenil. Senyawa ini dikenal sebagai reagen sintesis organik yang menyediakan gugus aminooksi (–O–NH2) yang terhubung ke aril. Di laboratorium kimia sintetik, bahan ini dimanfaatkan untuk membentuk O-aril oksim melalui reaksi kondensasi dengan aldehida atau keton, yang selanjutnya dapat diubah menjadi berbagai kerangka molekul lain, termasuk senyawa heterosiklik bernilai tinggi untuk riset farmasi dan material.
Bentuk garam hidroklorida membuat senyawa ini lebih mudah ditangani dan umumnya lebih stabil dibandingkan bentuk basa bebasnya, sehingga lebih praktis untuk ditimbang dan disimpan. Gugus aminooksi bersifat nukleofilik terhadap gugus karbonil, menghasilkan ikatan oksim eter yang cukup kokoh. Selain itu, ikatan N–O pada O-aril oksim yang terbentuk dapat dimanfaatkan dalam penataan ulang sigmatropik, misalnya untuk membangun cincin benzofuran. Fleksibilitas reaktivitas inilah yang menjadikan senyawa ini blok bangunan non-heterosiklik yang menarik bagi ahli sintesis yang merancang rute baru.
Di Indonesia, reagen ini sesuai untuk laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, pusat riset bahan alam, dan tim pengembangan senyawa obat yang membutuhkan rute sintesis heterosiklik secara efisien. Pilihan kemasan 200mg cocok untuk uji coba metode dan optimasi kondisi reaksi skala kecil, sedangkan kemasan 1g mendukung sintesis lanjutan atau pembuatan serangkaian turunan untuk studi hubungan struktur dan aktivitas dalam satu proyek penelitian.
Produk TCI terkait
- TCI P0158 304-88-1 N-Benzoyl-N-phenylhydroxylamine
- TCI B4780 85006-25-3 N,O-Bis(tert-butoxycarbonyl)hydroxylamine
- TCI B4589 39684-28-1 O-(tert-Butyl)hydroxylamine Hydrochloride
- TCI B1700 57497-39-9 N-(tert-Butyl)hydroxylamine Hydrochloride
- TCI H1581 5470-11-1 Hydroxylamine Hydrochloride
- TCI H0196 10039-54-0 Hydroxylamine Sulfate
- Pembentukan O-aril oksim: gugus aminooksi bereaksi dengan aldehida atau keton menghasilkan oksim eter yang stabil dan dapat menjadi intermediat berbagai transformasi sintesis lanjutan.
- Sintesis kerangka benzofuran: O-aril oksim hasil turunannya dapat mengalami penataan ulang sigmatropik [3,3] sehingga menjadi rute yang dikenal untuk membangun cincin benzofuran tersubstitusi.
- Derivatisasi senyawa karbonil: kemampuan bereaksi selektif dengan gugus karbonil membuatnya berguna untuk menandai atau mengubah aldehida dan keton dalam studi kimia analitik maupun sintetik.
- Riset metodologi pembentukan ikatan C–N dan N–O: ikatan N–O pada turunannya menarik untuk dieksplorasi dalam reaksi katalisis logam transisi yang memanfaatkan pemutusan ikatan tersebut.
- Pembuatan pustaka senyawa untuk kimia medisinal: sebagai blok bangunan kecil, reagen ini memudahkan pembuatan variasi struktur yang dibutuhkan dalam penapisan awal kandidat obat.
| Merek | TCI (kode produk P3245) |
|---|---|
| Nomor CAS | 6092-80-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 200mg, 1g |
| Bentuk fisik | padatan garam hidroklorida (rujuk Certificate of Analysis) |
| Penyimpanan | tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya; ikuti suhu pada label TCI |
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk, terlindung dari kelembapan dan cahaya. Turunan hidroksilamina perlu ditangani dengan hati-hati karena berpotensi mengiritasi dan dapat bereaksi dengan oksidator kuat, sehingga hindari penyimpanan berdekatan dengan bahan pengoksidasi. Gunakan lemari asam saat menimbang dan mereaksikan, serta kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Baca SDS dari TCI sebelum digunakan dan tangani limbah sesuai prosedur keselamatan laboratorium.
—
