Phenanthren-3-ol, yang juga dikenal sebagai 3-hidroksifenantrena, adalah turunan fenantrena dengan satu gugus hidroksil fenolik pada posisi 3 dari kerangka tiga cincin aromatik yang menyatu. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik, terutama ketika peneliti membutuhkan kerangka aromatik polisiklik yang sudah membawa gugus fungsi reaktif. Selain itu, senyawa ini dikenal luas sebagai salah satu metabolit hidroksilasi fenantrena, sehingga sering dipakai sebagai senyawa acuan dalam studi paparan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
Daya tarik utama Phenanthren-3-ol terletak pada kombinasi kerangka fenantrena yang kaku dan planar dengan gugus fenol yang mudah dimodifikasi. Gugus hidroksil dapat diubah menjadi eter, ester, triflat, atau turunan lain yang membuka jalan bagi reaksi kopling silang dan perpanjangan kerangka. Sistem π yang luas memberikan sifat fluoresensi dan penyerapan UV yang khas, sehingga senyawa ini mudah dideteksi dengan teknik kromatografi berdetektor fluoresensi maupun spektrometri massa. Pasokan dari TCI memberi kepastian identitas dan mutu yang konsisten antar-lot.
Di Indonesia, Phenanthren-3-ol relevan bagi laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium toksikologi dan kesehatan lingkungan, serta lembaga riset yang memantau pencemaran PAH dari asap pembakaran, industri, dan lalu lintas kendaraan. Kemasan 1 g cukup untuk keperluan sintesis skala kecil maupun pembuatan larutan standar analitik, sehingga efisien bagi kelompok riset yang bekerja dengan anggaran dan volume terbatas.
Produk TCI terkait
- TCI P1136 84-11-7 9,10-Phenanthrenequinone
- TCI O0021 5325-97-3 1,2,3,4,5,6,7,8-Octahydrophenanthrene
- TCI M1411 121254-39-5 2-Methylcyclopenta[l]phenanthrene
- TCI M0523 832-71-3 3-Methylphenanthrene
- TCI D4363 84405-44-7 2,7-Dibromophenanthrene-9,10-dione
- TCI D1874 35948-25-5 9,10-Dihydro-9-oxa-10-phosphaphenanthrene 10-Oxide
- Standar analitik biomonitoring PAH: senyawa ini dipakai sebagai acuan identifikasi dan kuantifikasi metabolit hidroksifenantrena dalam sampel biologis seperti urin pada studi paparan lingkungan maupun pekerjaan.
- Sintesis senyawa aromatik polisiklik: gugus hidroksilnya dapat diubah menjadi triflat atau eter sehingga kerangka fenantrena bisa dirangkai lebih lanjut melalui reaksi kopling silang berkatalis logam.
- Pengembangan metode kromatografi: sifat fluoresensi kerangka fenantrena membantu optimasi pemisahan HPLC berdetektor fluoresensi atau LC-MS untuk analisis isomer hidroksi-PAH yang strukturnya mirip.
- Studi metabolisme dan toksikologi: senyawa ini berguna sebagai pembanding produk metabolisme fenantrena dalam uji enzimatik in vitro, misalnya ketika meneliti aktivitas enzim sitokrom P450 terhadap PAH.
- Riset material organik: kerangka aromatik planar dengan gugus fenol menjadikannya prekursor menarik untuk merancang pewarna, probe fluoresen, atau unit penyusun material optoelektronik berbasis sistem π terkonjugasi.
| Merek | TCI (kode produk P3265) |
|---|---|
| Nomor CAS | 605-87-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | padatan (lihat sertifikat analisis untuk rincian) |
| Penyimpanan | simpan sesuai petunjuk pada label dan SDS TCI, terlindung dari cahaya dan kelembapan |
Simpan Phenanthren-3-ol dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa fenolik aromatik cenderung mengalami oksidasi perlahan bila terpapar udara dan cahaya. Gunakan botol kaca berwarna gelap bila membuat larutan stok. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas lab, dan kacamata pelindung, hindari menghirup debu, dan selalu baca SDS sebelum digunakan karena turunan PAH perlu diperlakukan dengan kehati-hatian ekstra.
- SAMANTA dkk. (2012). Studies Towards the Synthesis of Chrysen-6-ol and Benzo[c]phenanthren-5-ol Derivatives: Usual and Unusual Observations. Polycyclic Aromatic Compounds doi:10.1080/10406638.2012.679016
- Lee dkk. (2006). Ru(II) complexes containing dihydro-1,1,3,3-tetramethyl-7,8-diazacyclopenta[1]phenanthren-2-ol ligand: Synthesis and their electrochemiluminescent characteristics. Synthetic Metals doi:10.1016/j.synthmet.2006.05.013
- Morgan dkk. (2003). New, Scalable Route for the Synthesis of a trans-Fused Hexahydro-1H-phenanthren-2-one from a Conjugated Tetrahydro-3H-phenanthren-2-one.. ChemInform doi:10.1002/chin.200333186
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
