Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 605-87-8

Phenanthren-3-ol TCI P3265

Phenanthren-3-ol TCI P3265

Identitas Kimia

No. CAS
605-87-8
Kemurnian
>95.0%(HPLC)(T)
Harga reguler Rp 3.949.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.949.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenanthren-3-ol, yang juga dikenal sebagai 3-hidroksifenantrena, adalah turunan fenantrena dengan satu gugus hidroksil fenolik pada posisi 3 dari kerangka tiga cincin aromatik yang menyatu. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik, terutama ketika peneliti membutuhkan kerangka aromatik polisiklik yang sudah membawa gugus fungsi reaktif. Selain itu, senyawa ini dikenal luas sebagai salah satu metabolit hidroksilasi fenantrena, sehingga sering dipakai sebagai senyawa acuan dalam studi paparan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).

Daya tarik utama Phenanthren-3-ol terletak pada kombinasi kerangka fenantrena yang kaku dan planar dengan gugus fenol yang mudah dimodifikasi. Gugus hidroksil dapat diubah menjadi eter, ester, triflat, atau turunan lain yang membuka jalan bagi reaksi kopling silang dan perpanjangan kerangka. Sistem π yang luas memberikan sifat fluoresensi dan penyerapan UV yang khas, sehingga senyawa ini mudah dideteksi dengan teknik kromatografi berdetektor fluoresensi maupun spektrometri massa. Pasokan dari TCI memberi kepastian identitas dan mutu yang konsisten antar-lot.

Di Indonesia, Phenanthren-3-ol relevan bagi laboratorium kimia organik di perguruan tinggi, laboratorium toksikologi dan kesehatan lingkungan, serta lembaga riset yang memantau pencemaran PAH dari asap pembakaran, industri, dan lalu lintas kendaraan. Kemasan 1 g cukup untuk keperluan sintesis skala kecil maupun pembuatan larutan standar analitik, sehingga efisien bagi kelompok riset yang bekerja dengan anggaran dan volume terbatas.

  • Standar analitik biomonitoring PAH: senyawa ini dipakai sebagai acuan identifikasi dan kuantifikasi metabolit hidroksifenantrena dalam sampel biologis seperti urin pada studi paparan lingkungan maupun pekerjaan.
  • Sintesis senyawa aromatik polisiklik: gugus hidroksilnya dapat diubah menjadi triflat atau eter sehingga kerangka fenantrena bisa dirangkai lebih lanjut melalui reaksi kopling silang berkatalis logam.
  • Pengembangan metode kromatografi: sifat fluoresensi kerangka fenantrena membantu optimasi pemisahan HPLC berdetektor fluoresensi atau LC-MS untuk analisis isomer hidroksi-PAH yang strukturnya mirip.
  • Studi metabolisme dan toksikologi: senyawa ini berguna sebagai pembanding produk metabolisme fenantrena dalam uji enzimatik in vitro, misalnya ketika meneliti aktivitas enzim sitokrom P450 terhadap PAH.
  • Riset material organik: kerangka aromatik planar dengan gugus fenol menjadikannya prekursor menarik untuk merancang pewarna, probe fluoresen, atau unit penyusun material optoelektronik berbasis sistem π terkonjugasi.

Merek TCI (kode produk P3265)
Nomor CAS 605-87-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik padatan (lihat sertifikat analisis untuk rincian)
Penyimpanan simpan sesuai petunjuk pada label dan SDS TCI, terlindung dari cahaya dan kelembapan

Simpan Phenanthren-3-ol dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa fenolik aromatik cenderung mengalami oksidasi perlahan bila terpapar udara dan cahaya. Gunakan botol kaca berwarna gelap bila membuat larutan stok. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas lab, dan kacamata pelindung, hindari menghirup debu, dan selalu baca SDS sebelum digunakan karena turunan PAH perlu diperlakukan dengan kehati-hatian ekstra.

  • SAMANTA dkk. (2012). Studies Towards the Synthesis of Chrysen-6-ol and Benzo[c]phenanthren-5-ol Derivatives: Usual and Unusual Observations. Polycyclic Aromatic Compounds doi:10.1080/10406638.2012.679016
  • Lee dkk. (2006). Ru(II) complexes containing dihydro-1,1,3,3-tetramethyl-7,8-diazacyclopenta[1]phenanthren-2-ol ligand: Synthesis and their electrochemiluminescent characteristics. Synthetic Metals doi:10.1016/j.synthmet.2006.05.013
  • Morgan dkk. (2003). New, Scalable Route for the Synthesis of a trans-Fused Hexahydro-1H-phenanthren-2-one from a Conjugated Tetrahydro-3H-phenanthren-2-one.. ChemInform doi:10.1002/chin.200333186

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.