Rumus Pengenceran (M1 × V1 = M2 × V2): Cara Hitung, Contoh Soal & Kalkulator
Liquid error (sections/main-article line 59): comparison of String with 86400 failedBagikan
Rumus pengenceran adalah M1 × V1 = M2 × V2. Artinya, jumlah mol zat terlarut sebelum dan sesudah diencerkan tetap sama; yang berubah hanya volume pelarutnya. M1 dan V1 adalah konsentrasi dan volume larutan awal (pekat), M2 dan V2 adalah konsentrasi dan volume larutan akhir (encer).
| Simbol | Arti | Satuan umum |
|---|---|---|
| M1 | Konsentrasi larutan awal (pekat) | M (mol/L), N, atau % |
| V1 | Volume larutan awal yang diambil | mL atau L |
| M2 | Konsentrasi larutan akhir (encer) | sama dengan M1 |
| V2 | Volume larutan akhir | sama dengan V1 |
Satuan di kedua ruas harus sama. Rumus yang sama berlaku untuk normalitas (N1 × V1 = N2 × V2) dan untuk persen (%1 × V1 = %2 × V2), selama larutannya cukup encer sehingga perubahan massa jenis bisa diabaikan.
Kalkulator pengenceran
Isi tiga nilai, kosongkan satu. Satuan V1 dan V2 harus sama (mis. mL), satuan M1 dan M2 juga sama (M, N, atau %).
Butuh menghitung molaritas, massa zat untuk membuat larutan, normalitas, atau larutan dari reagen pekat (HCl 37%, H2SO4 98%)? Gunakan kalkulator kimia lengkap.
Cara mengencerkan larutan dengan benar
- Hitung V1 dengan rumus pengenceran: V1 = (M2 × V2) / M1.
- Ambil V1 larutan pekat dengan pipet volumetrik atau buret.
- Masukkan ke labu ukur bervolume V2 yang sudah berisi sebagian aquades.
- Tambahkan aquades sampai tanda batas, lalu tutup dan bolak-balik labu agar homogen.
- Beri label: nama zat, konsentrasi, tanggal, dan nama pembuat.
Keselamatan: saat mengencerkan asam pekat, selalu tuangkan asam ke dalam air sedikit demi sedikit, jangan sebaliknya, karena panas pelarutan dapat membuat larutan memercik. Kerjakan di lemari asam dan kenakan pelindung mata. Lihat juga MSDS asam nitrat dan arti simbol bahan kimia berbahaya.
Contoh soal rumus pengenceran
1. Mencari volume larutan pekat (V1)
Buat 100 mL HCl 0,1 M dari HCl 1 M. V1 = (0,1 × 100) / 1 = 10 mL. Ambil 10 mL HCl 1 M, masukkan ke labu ukur 100 mL, lalu tambahkan aquades sampai tanda batas.
2. Mencari konsentrasi akhir (M2)
50 mL NaOH 2 M diencerkan menjadi 250 mL. M2 = (2 × 50) / 250 = 0,4 M.
3. Dari reagen pekat dalam persen
HCl pekat 37% memiliki massa jenis sekitar 1,19 g/mL dan massa molar 36,46 g/mol. Molaritasnya M = (10 × % × massa jenis) / massa molar = (10 × 37 × 1,19) / 36,46 ≈ 12,08 M. Untuk 100 mL HCl 0,1 M: V1 = (0,1 × 100) / 12,08 ≈ 0,83 mL. Angka massa jenis dan kadar persis ada di label dan CoA botol yang Anda pakai.
4. Pengenceran bertingkat
Untuk faktor pengenceran besar (mis. 1:1000), lebih teliti mengencerkan bertahap: 1 mL ke 10 mL (1:10), lalu 1 mL hasilnya ke 10 mL lagi, dan seterusnya. Faktor totalnya adalah hasil kali faktor tiap tahap (10 × 10 × 10 = 1000).
Kesalahan yang sering terjadi
- Satuan V1 dan V2 tidak sama (mL dicampur L).
- V2 dianggap sebagai volume air yang ditambahkan. V2 adalah volume akhir total; air yang ditambahkan ≈ V2 − V1.
- Memakai gelas ukur untuk larutan standar; untuk ketelitian gunakan labu ukur dan pipet volumetrik.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa rumus pengenceran larutan?
M1 × V1 = M2 × V2: konsentrasi awal dikali volume awal sama dengan konsentrasi akhir dikali volume akhir.
Apakah rumus pengenceran berlaku untuk normalitas?
Ya. N1 × V1 = N2 × V2, karena jumlah ekivalen zat terlarut juga tetap.
Berapa air yang harus ditambahkan?
Kira-kira V2 − V1, tetapi cara yang benar adalah menambahkan pelarut sampai tanda batas labu ukur bervolume V2.
Alat dan bahan
Labu ukur dan pipet volumetrik kelas A (mis. Iwaki), aquades, serta reagen pro analis dengan CoA per lot tersedia di AMI Scientific.