Fungsi dan Cara Menggunakan Buret

Beranda › Alat Laboratorium

Panduan alat laboratorium

Fungsi dan Cara Menggunakan Buret

Buret adalah tabung kaca panjang bergradasi dengan kran (stopcock) di ujung bawahnya, dipakai untuk mengeluarkan larutan dengan volume yang terukur teliti, terutama pada titrasi. Skala buret dimulai dari 0 di atas, sehingga volume yang keluar = pembacaan akhir − pembacaan awal.

Bagian-bagian buret

Fungsi buret

  • Meneteskan titran sedikit demi sedikit dalam titrasi asam-basa, redoks, atau kompleksometri.
  • Mengeluarkan volume larutan secara teliti (umumnya sampai 0,05 mL untuk buret 50 mL).
  • Menentukan konsentrasi larutan yang belum diketahui.

Bagian-bagian buret

  1. 1Angka 0 di bagian atas – skala menurun ke bawah sampai 25 atau 50 mL
  2. 2Tabung bergradasi – garis tiap 0,1 mL pada buret 50 mL
  3. 3Kran (stopcock) – kaca atau PTFE, mengatur aliran
  4. 4Ujung buret – tempat tetesan keluar
Bagian-bagian buret: 1) angka 0 di bagian atas, 2) tabung bergradasi, 3) kran (stopcock), 4) ujung buret.
Bagian-bagian buret: 1) angka 0 di bagian atas, 2) tabung bergradasi, 3) kran (stopcock), 4) ujung buret.

Cara menggunakan buret

Buret – Langkah 1: Pasang tegak pada statif
Langkah 1

Pasang tegak pada statif

Jepit buret dengan klem buret pada statif. Pastikan benar-benar tegak lurus dan kran dalam keadaan tertutup.

Buret – Langkah 2: Isi dengan corong, buang gelembung
Langkah 2

Isi dengan corong, buang gelembung

Bilas buret dengan sedikit titran. Isi melalui corong kecil (1) sampai di atas angka 0, angkat corongnya, lalu buka kran sebentar ke gelas penampung (2) agar gelembung di ujung keluar dan permukaan turun ke 0,00 mL atau angka lain yang dicatat.

Buret – Langkah 3: Titrasi: tangan kiri di kran, tangan kanan menggoyang
Langkah 3

Titrasi: tangan kiri di kran, tangan kanan menggoyang

Atur kran dengan tangan kiri (1), melingkari buret dari belakang agar kran tidak tertarik lepas. Goyang erlenmeyer dengan tangan kanan (2). Mendekati titik akhir, tambahkan tetes demi tetes sampai warna indikator berubah dan bertahan.

Buret – Langkah 4: Baca dasar meniskus sejajar mata
Langkah 4

Baca dasar meniskus sejajar mata

Baca pembacaan awal dan akhir dengan mata sejajar dasar meniskus, dua angka di belakang koma (mis. 23,45 mL). Selembar kartu gelap di belakang buret membantu melihat meniskus.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membiarkan gelembung udara di ujung buret: volume yang tercatat lebih besar dari yang keluar.
  • Membaca dari atas atau bawah, atau lupa bahwa skala buret menurun ke bawah.
  • Membiarkan corong tetap di atas buret saat titrasi: tetesan sisa ikut masuk.

Perawatan dan keselamatan

  • Kosongkan dan bilas buret setelah dipakai, terutama setelah larutan basa yang dapat membuat kran kaca macet.
  • Simpan terbalik dengan kran terbuka di rak buret.

Jenis dan ukuran buret

Ukuran umum 10, 25, dan 50 mL; untuk titrasi skala kecil tersedia mikroburet. Kran PTFE tidak perlu gemuk (grease) dan tahan basa; buret cokelat dipakai untuk titran yang peka cahaya seperti KMnO₄ dan AgNO₃. Kelas A dipakai untuk analisis kuantitatif.

Buret di AMI Scientific

Contoh buret yang tersedia di toko kami. Semua harga belum termasuk PPN.

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa angka 0 pada buret ada di atas?

Karena buret mengukur volume yang dikeluarkan. Permukaan larutan turun saat titran keluar, sehingga pembacaan makin besar ke bawah.

Bagaimana menghitung volume titran?

Volume titran = pembacaan akhir − pembacaan awal. Hitung konsentrasi dengan rumus titrasi M₁V₁ = M₂V₂ (disesuaikan dengan perbandingan reaksi).

Alat terkait

Disusun tim AMI Scientific dari praktik laboratorium baku. Ilustrasi: AMI Scientific. Diperbarui: 06-11-2026.

Butuh buret untuk laboratorium Anda?

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.