Fungsi dan Cara Menggunakan Labu Ukur

Beranda › Alat Laboratorium

Panduan alat laboratorium

Fungsi dan Cara Menggunakan Labu Ukur

Labu ukur adalah labu kaca berleher panjang dengan satu garis tanda (garis tera) yang menunjukkan satu volume tertentu secara sangat teliti, misalnya tepat 100,0 mL pada 20 °C. Labu ukur dipakai untuk membuat larutan standar dan mengencerkan larutan sampai konsentrasi yang tepat.

Bagian-bagian labu ukur

Fungsi labu ukur

  • Membuat larutan standar dengan konsentrasi tepat (mis. NaOH 0,1 M).
  • Mengencerkan larutan pekat sampai volume akhir yang tepat.
  • Menyiapkan deret larutan baku untuk kurva kalibrasi spektrofotometri.

Bagian-bagian labu ukur

  1. 1Sumbat – kaca atau plastik, harus pas dengan leher
  2. 2Leher panjang – sempit, sehingga volume terbaca teliti
  3. 3Garis tanda (tera) – volume tepat tercapai saat dasar meniskus menyinggung garis ini
  4. 4Badan bulat dengan dasar datar – tertera volume, suhu kalibrasi, dan kelas
Bagian-bagian labu ukur: 1) sumbat, 2) leher panjang, 3) garis tanda (tera), 4) badan bulat dengan dasar datar.
Bagian-bagian labu ukur: 1) sumbat, 2) leher panjang, 3) garis tanda (tera), 4) badan bulat dengan dasar datar.

Cara menggunakan labu ukur

Labu Ukur – Langkah 1: Larutkan zat dulu, pindahkan dengan corong
Langkah 1

Larutkan zat dulu, pindahkan dengan corong

Larutkan zat padat di gelas kimia dengan sedikit pelarut (1). Pindahkan ke labu ukur melalui corong (2), bilas gelas kimia dan corong beberapa kali dan masukkan bilasannya ke labu.

Labu Ukur – Langkah 2: Tepatkan sampai garis tanda
Langkah 2

Tepatkan sampai garis tanda

Tambahkan pelarut sampai mendekati leher, lalu teteskan sisanya dengan pipet tetes sampai dasar meniskus tepat menyinggung garis tanda. Baca dengan mata sejajar garis.

Labu Ukur – Langkah 3: Tutup dan bolak-balik untuk menghomogenkan
Langkah 3

Tutup dan bolak-balik untuk menghomogenkan

Pasang sumbat, tahan sumbat dengan satu tangan dan dasar labu dengan tangan lain, lalu balik labu berulang kali (sekitar 10–15 kali) sampai larutan homogen.

Labu Ukur – Langkah 4: Jangan dipanaskan
Langkah 4

Jangan dipanaskan

Labu ukur tidak boleh dipanaskan atau diisi larutan panas: volume kaca berubah dan kalibrasinya tidak berlaku lagi. Dinginkan larutan sampai suhu ruang sebelum ditepatkan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menambahkan pelarut melewati garis tanda lalu membuang sebagian: konsentrasi menjadi salah. Ulangi dari awal.
  • Menyimpan larutan basa kuat lama di labu ukur kaca: sumbat bisa macet.

Perawatan dan keselamatan

  • Bilas dengan air suling segera setelah dipakai; jangan mengeringkan di oven panas.
  • Simpan sumbat terpasang longgar dengan selembar kertas agar tidak lengket.

Jenis dan ukuran labu ukur

Ukuran umum 10, 25, 50, 100, 250, 500, 1000, dan 2000 mL. Kelas A untuk analisis kuantitatif (toleransi kecil, sering bersertifikat batch), kelas B untuk pekerjaan rutin. Labu ukur cokelat (amber) dipakai untuk larutan yang peka cahaya.

Labu Ukur di AMI Scientific

Contoh labu ukur yang tersedia di toko kami. Semua harga belum termasuk PPN.

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya labu ukur dan erlenmeyer?

Labu ukur mengukur satu volume dengan sangat teliti dan tidak boleh dipanaskan; erlenmeyer untuk mencampur, memanaskan, dan titrasi dengan skala perkiraan.

Bagaimana cara membuat larutan dengan labu ukur?

Larutkan zat di gelas kimia, pindahkan ke labu ukur, tepatkan sampai garis tanda, lalu tutup dan bolak-balik sampai homogen. Hitung massa zat dengan kalkulator molaritas.

Alat terkait

Disusun tim AMI Scientific dari praktik laboratorium baku. Ilustrasi: AMI Scientific. Diperbarui: 06-11-2026.

Butuh labu ukur untuk laboratorium Anda?

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.