Fungsi dan Cara Menggunakan Oven Laboratorium

Beranda › Alat Laboratorium

Panduan alat laboratorium

Fungsi dan Cara Menggunakan Oven Laboratorium

Oven laboratorium adalah lemari pemanas listrik bersuhu terkendali, umumnya dari suhu ruang +10 °C sampai sekitar 250–300 °C, dipakai untuk mengeringkan alat gelas dan sampel, menentukan kadar air, serta sterilisasi panas kering. Udara di dalamnya beredar secara alami (konveksi gravitasi) atau dengan kipas (konveksi paksa).

Bagian-bagian oven laboratorium

Fungsi oven laboratorium

  • Mengeringkan alat gelas setelah dicuci (bukan alat ukur volume).
  • Menentukan kadar air sampel dengan pengeringan sampai bobot tetap, misalnya pada 105 °C.
  • Sterilisasi panas kering alat gelas dan logam (misalnya 160–170 °C selama 2 jam).
  • Mengeringkan dan memanaskan sampel material, misalnya prekursor sebelum dimasukkan ke glovebox.

Bagian-bagian oven laboratorium

  1. 1Panel kendali – mengatur suhu dan waktu
  2. 2Pintu berinsulasi – dengan atau tanpa jendela kaca
  3. 3Rak berlubang – udara panas mengalir di sekeliling beban
  4. 4Lubang ventilasi – membuang uap air dari ruang
Bagian-bagian oven laboratorium: 1) panel kendali, 2) pintu berinsulasi, 3) rak berlubang, 4) lubang ventilasi.
Bagian-bagian oven laboratorium: 1) panel kendali, 2) pintu berinsulasi, 3) rak berlubang, 4) lubang ventilasi.

Cara menggunakan oven laboratorium

Oven Laboratorium – Langkah 1: Atur suhu dan tunggu stabil
Langkah 1

Atur suhu dan tunggu stabil

Atur suhu sesuai keperluan di panel (1) dan tunggu sampai suhu stabil sebelum memasukkan sampel. Buka sedikit lubang ventilasi bila mengeringkan sampel basah.

Oven Laboratorium – Langkah 2: Gunakan wadah tahan panas, beri jarak
Langkah 2

Gunakan wadah tahan panas, beri jarak

Letakkan sampel dalam wadah tahan panas berlabel di rak (1), tidak menyentuh dinding, dan beri jarak antarwadah agar udara beredar merata. Jangan menutup wadah rapat.

Oven Laboratorium – Langkah 3: Jangan masukkan pelarut mudah terbakar
Langkah 3

Jangan masukkan pelarut mudah terbakar

Uap pelarut organik dapat tersulut oleh elemen pemanas dan meledak. Uapkan pelarut lebih dulu di lemari asam, atau gunakan oven vakum atau oven tahan ledakan yang memang dirancang untuk itu.

Oven Laboratorium – Langkah 4: Angkat dengan sarung tangan tahan panas
Langkah 4

Angkat dengan sarung tangan tahan panas

Matikan atau turunkan suhu, buka pintu perlahan, dan angkat wadah dengan sarung tangan tahan panas atau penjepit (1). Sampel untuk ditimbang didinginkan di desikator.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengeringkan labu ukur, pipet volume, atau buret di oven panas: kalibrasinya bisa berubah.
  • Memakai oven yang sama untuk mengeringkan sampel dan alat gelas: risiko kontaminasi silang.

Perawatan dan keselamatan

  • Bersihkan ruang dan rak setelah dingin; buang sisa sampel yang menempel.
  • Beri label pada pintu oven yang khusus untuk alat gelas dan yang khusus untuk sampel.

SOP penggunaan oven laboratorium

Ringkasan prosedur operasi baku (SOP) oven laboratorium yang bisa langsung diadaptasi laboratorium Anda. Rincian tiap langkah ada di bagian cara menggunakan di atas.

1Alat pelindung diri

  • Jas laboratorium berlengan panjang yang dikancing.
  • Sarung tangan tahan panas atau penjepit.
  • Masker bila memanaskan sampel yang beracun bila terhirup.

2Sebelum digunakan

  • Pastikan oven yang dipakai sesuai peruntukannya (oven sampel atau oven alat gelas).
  • Suhu yang dipakai tidak melebihi batas oven maupun batas tahan panas wadah dan sampel.
  • Tidak ada pelarut mudah terbakar atau bahan yang mudah meledak di dalam beban.
  • Sampel diberi label dan diletakkan di wadah.

4Setelah digunakan

  • Jangan mengambil sampel saat suhu masih tinggi; tunggu turun (mis. di bawah 50 °C) atau gunakan sarung tangan tahan panas.
  • Dinginkan sampel untuk ditimbang di desikator.
  • Matikan oven bila tidak dipakai lagi dan catat di buku log.

5Verifikasi & kalibrasi

  • Periksa suhu di dalam ruang dengan termometer atau data logger terkalibrasi, termasuk keseragaman di beberapa titik rak.
  • Servis berkala dan uji keselamatan listrik oleh teknisi sesuai jadwal pabrikan (umumnya setahun sekali).

6Keadaan darurat

  • Asap atau api di dalam oven: matikan dan cabut steker, biarkan pintu tertutup agar api padam, gunakan APAR bila perlu.
  • Luka bakar karena kaca panas: dinginkan dengan air mengalir 10–20 menit, jangan dioles pasta gigi atau mentega.
  • Alat berasap, berbau hangus, atau tersengat listrik: matikan dari stopkontak bila aman, jangan disiram air, gunakan APAR CO₂, laporkan ke penanggung jawab.

Versi siap cetak berisi tujuan, ruang lingkup, prosedur bergambar, verifikasi, dan kolom tanda tangan. Nomor dokumen dan tanggal berlaku bisa diisi sendiri.

Unduh SOP (PDF A4)

Jenis dan ukuran oven laboratorium

Oven konveksi gravitasi (sirkulasi alami, cocok untuk serbuk ringan), oven konveksi paksa dengan kipas (suhu lebih merata dan cepat), oven vakum untuk mengeringkan pada suhu rendah atau sampel peka oksigen, serta furnace atau tanur untuk suhu di atas 300 °C.

Oven Laboratorium di AMI Scientific

Contoh oven laboratorium yang tersedia di toko kami. Semua harga belum termasuk PPN.

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda oven dan inkubator?

Oven memanaskan sampai ratusan derajat untuk mengeringkan dan sterilisasi. Inkubator menjaga suhu rendah yang stabil (misalnya 37 °C) untuk menumbuhkan mikroba atau sel.

Berapa suhu oven untuk mengeringkan alat gelas?

Umumnya 100–110 °C. Alat ukur volume tidak dikeringkan di oven; biarkan kering pada suhu ruang.

Alat terkait

Disusun tim AMI Scientific dari praktik laboratorium baku. Ilustrasi: AMI Scientific. Diperbarui: 06-11-2026.

Butuh oven laboratorium untuk laboratorium Anda?

AMI Scientific menyediakan alat gelas, instrumen, dan bahan kimia laboratorium dengan faktur pajak dan pengiriman ke seluruh Indonesia.