Metilamonium iodida (methylammonium iodide, MAI), disebut juga metilamina hidroiodida (CAS 14965-49-2), merupakan padatan kristal berwarna putih yang digunakan sebagai bahan awal pembuatan perovskit hibrida organik-anorganik. Material perovskit ini banyak diteliti untuk sel fotovoltaik, dioda pemancar cahaya (LED), dan transistor efek medan (FET).
Produk M272 adalah grade tanpa rekristalisasi dengan kemurnian 99,9% yang ditentukan melalui ICP-OES. Produsen menyarankan grade ini bila pembuatan tinta perovskit yang praktis menjadi prioritas. MAI hasil rekristalisasi yang lebih murni cenderung kurang larut dalam DMF dan DMSO karena sisa asam hidroiodat telah dihilangkan, sedangkan grade ini tidak memerlukan penyesuaian tersebut. DMF dan DMSO adalah pelarut yang direkomendasikan untuk sintesis perovskit.
Pada sel surya perovskit acuan dari produsen, MAI dicampur dengan PbCl2 dengan rasio molar 3:1 dalam DMF pada konsentrasi 664 mg/ml, menghasilkan efisiensi rata-rata 8,89% setelah penyinaran dan maksimum 9,57% pada kondisi yang belum dioptimalkan. MAI Ossila juga digunakan dalam publikasi ilmiah tentang penyisipan stronsium pada metilamonium timbal iodida untuk sel surya.
- Prekursor untuk sintesis material perovskit hibrida organik-anorganik.
- Pembuatan lapisan aktif perovskit untuk perangkat fotovoltaik.
- Fabrikasi dioda pemancar cahaya (LED) berbasis perovskit.
- Penelitian transistor efek medan (FET) berbahan perovskit.
- Formulasi tinta perovskit MAI:PbCl2 dalam DMF untuk lapisan tipis hasil spin coating.
| Merek | Ossila |
|---|---|
| Nomor CAS | 14965-49-2 |
| Rumus molekul | CH6IN |
| Kemurnian | 99,9% (ICP-OES) |
| Kategori | — |
| Ukuran kemasan | 100 g, 500 g |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | — |
- Kode produk: M272
- Nama Kimia: Metilamonium iodida
- Sinonim: Metilamina hidroiodida
- Berat Molekul: 158,97 g/mol
- Penampilan Fisik: Padatan kristal, putih
- Pelarut yang Direkomendasikan (untuk sintesis perovskit): DMF, DMSO
—
—
