2,1,3-Benzothiadiazole-4,7-bis(boronic acid pinacol ester) (CAS 934365-16-9) adalah blok penyusun (building block) benzotiadiazol dengan gugus ujung Bpin yang digunakan untuk membuat molekul kecil, oligomer dan polimer melalui reaksi kopling Suzuki (Suzuki coupling). Produk Ossila ini memiliki kemurnian >98% dan berbentuk serbuk putih hingga putih pucat.
Unit 2,1,3-benzotiadiazol bersifat miskin elektron, sehingga banyak dipakai dalam material semikonduktor bercelah pita rendah (low band gap), seperti F8BT dan PCPDTBT. Sebagai contoh, PCPDTBT dapat disintesis dengan mereaksikan ester boronat ini dengan 2,6-dibromo-4,4-bis(2-ethylhexyl)-4H-cyclopenta[1,2-b:5,4-b']dithiophene.
Material hasil sintesis dapat dilapiskan dengan teknik cetak, semprot (spray coating) atau putar (spin coating) untuk membuat dioda pemancar cahaya organik (OLED/PLED), transistor efek medan organik, dan perangkat fotovoltaik organik. Titik lelehnya 213 °C - 215 °C, dan karakterisasinya dilakukan dengan 1H NMR dalam CDCl3.
- Sintesis molekul kecil, oligomer dan polimer melalui reaksi kopling Suzuki.
- Pembuatan polimer bercelah pita rendah seperti F8BT dan PCPDTBT.
- Pengembangan material semikonduktor untuk perangkat OLED dan PLED.
- Pembuatan material aktif untuk transistor efek medan organik (OFET).
- Riset fotovoltaik organik dan sel surya polimer.
| Merek | Ossila |
|---|---|
| Nomor CAS | 934365-16-9 |
| Rumus molekul | C18H26B2N2O4S |
| Kemurnian | >98% |
| Kategori | — |
| Ukuran kemasan | 1 g, 5 g |
| Bentuk fisik | Serbuk putih/putih pucat |
| Penyimpanan | — |
- Kode produk: B181
- Berat Molekul: 388,10 g/mol
- Titik Leleh: 213 °C - 215 °C
- Sinonim: 4,7-Bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)-2,1,3-benzothiadiazole
- Klasifikasi: Benzotiadiazol, Material semikonduktor organik, Polimer celah pita rendah
—
—
