2HIC atau 3-(Dicyanomethylidene)indan-1-one (CAS 1080-74-6) adalah turunan indanon yang bersifat sangat miskin elektron sehingga berperan sebagai gugus penarik elektron. Senyawa ini banyak dipakai sebagai blok pembangun (building block) untuk menyintesis akseptor non-fulerena (non-fullerene acceptors, NFA) seperti ITIC, IHIC, IEIC, dan IXIC yang digunakan pada perangkat fotovoltaik organik berefisiensi tinggi.
Selain untuk riset sel surya, intermediat berbasis malononitril ini juga dimanfaatkan dalam pembuatan kromofor dengan sifat fotofisika khas, termasuk nonlinearitas optik orde kedua yang besar.
Ossila menyediakan 2HIC dengan kemurnian >98% (berdasarkan NMR). Bahan ini berwujud padatan kuning pucat hingga kuning kemerahan dengan titik leleh 228 °C (literatur), tersedia dalam kemasan 5 g, 10 g, dan 25 g.
- Sintesis akseptor non-fulerena seperti ITIC, IHIC, IEIC, dan IXIC.
- Riset dan pengembangan perangkat fotovoltaik organik berefisiensi tinggi.
- Pembuatan kromofor dengan nonlinearitas optik orde kedua yang besar.
- Monomer dan intermediat untuk riset material elektronika cetak.
| Merek | Ossila |
|---|---|
| Nomor CAS | 1080-74-6 |
| Rumus molekul | C12H6N2O |
| Kemurnian | >98% (berdasarkan NMR) |
| Kategori | — |
| Ukuran kemasan | 5 g, 10 g, 25 g |
| Bentuk fisik | Kuning pucat - Kuning kemerahan |
| Penyimpanan | — |
- Kode produk: B541
- Berat Molekul: 194,19 g/mol
- Nama Lengkap: 3-(Dicyanomethylidene)indan-1-one
- Sinonim: 2HIC; 1,1-dicyanomethylene-3-indanone; 2-(3-oxo-indan-1-ylidene)-malononitrile
- Titik Leleh: 228 °C (lit.)
- Klasifikasi / Golongan: Malononitril, Indanon, Monomer dan intermediat, NFA
—
—
