Acetonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai eksperimen laboratorium. Sebagai pelarut organik, acetonitrile memiliki kemampuan untuk melarutkan berbagai senyawa organik dan anorganik, menjadikannya alat yang sangat penting dalam proses isolasi dan analisis kimia. Dalam laboratorium, acetonitrile sering digunakan untuk pelarutan senyawa-senyawa seperti alkaloid, fenol, dan senyawa aromatik. Selain itu, senyawa ini juga digunakan dalam reaksi kimia seperti sintesis senyawa kompleks dan analisis kromatografi.
Acetonitrile memiliki sifat kimia yang stabil dan volatil, serta memiliki titik didih yang cukup tinggi. Sifat ini membuatnya cocok untuk digunakan dalam proses pelarutan yang membutuhkan suhu tinggi atau dalam lingkungan tertutup. Selain itu, acetonitrile bersifat tidak berwarna dan tidak berbau, sehingga memudahkan dalam penggunaan dan identifikasi. Kejernihan dan kemurnian tinggi dari acetonitrile menjadikannya pilihan utama dalam aplikasi laboratorium yang membutuhkan presisi dan akurasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, acetonitrile menjadi bahan yang sangat diminati oleh peneliti dan mahasiswa. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai bidang seperti kimia organik, analisis kualitatif, dan penelitian farmakologi. Ketersediaannya yang relatif mudah dan kualitas yang terjamin membuat acetonitrile menjadi pilihan yang sangat relevan bagi laboratorium di Indonesia.
- Dalam analisis kromatografi untuk memisahkan senyawa kompleks
- Sebagai pelarut dalam sintesis senyawa organik yang memerlukan kestabilan kimia
- Digunakan dalam proses isolasi senyawa alkaloid dari bahan alami
- Cocok untuk eksperimen yang membutuhkan pelarut tidak berwarna dan tidak berbau
- Bermanfaat dalam reaksi kimia yang memerlukan lingkungan tertutup dan presisi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 75-05-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Solvents > Nitrile Solvents |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan tidak berwarna |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Acetonitrile harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat volatilnya, acetonitrile harus disimpan dalam wadah yang tahan terhadap bahan kimia dan tidak menyerap udara. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari inhalasi uap. Karena sifatnya yang mudah terbakar, acetonitrile harus dihindari dari sumber api dan bahan kimia yang bersifat oksidatif.
- Bracht (2011). Acetonitrile (CAS No. 75-05-8). Revista Virtual de Química doi:10.5935/1984-6835.20110006
- Nagai dkk. (2002). Infrared depletion spectroscopy of aniline–acetonitrile cation and aniline–acetonitrile–water cation clusters. Chemical Physics doi:10.1016/s0301-0104(02)00637-7
- Torrie dkk. (1992). Phase transition in solid acetonitrile. Molecular Physics doi:10.1080/00268979200100441
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.