Langsung ke informasi produk
1 dari 3

TCI

CAS 645-36-3

Aminoacetal TCI A0247-250ML

Aminoacetal TCI A0247-250ML

Identitas Kimia

No. CAS
645-36-3
PubChem
CID 69524·SID 87561904
Rumus molekul
C6H15NO2
Berat molekul
133.19 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2,2-diethoxyethanamine
SMILES
CCOC(CN)OCC
InChIKey
HJKLEAOXCZIMPI-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 10.785.600,00
Harga reguler Rp 7.557.900,00 Harga obral Rp 10.785.600,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI A0247 Aminoacetal, yang dikenal juga sebagai aminoasetaldehida dietil asetal, adalah senyawa organik yang memadukan gugus amina primer dengan gugus asetal pada satu molekul kecil. Asetal berfungsi sebagai bentuk terlindung dari gugus aldehida, sehingga senyawa ini praktis dianggap sebagai ekuivalen aminoasetaldehida yang stabil. Dalam katalog TCI, bahan ini dikelompokkan sebagai non-heterocyclic building block, dan di laboratorium ia dipakai sebagai bahan awal dalam sintesis organik, terutama untuk membangun senyawa bernitrogen.

Kemampuan Aminoacetal terletak pada dua gugus fungsinya yang dapat bekerja secara berurutan. Gugus amina dapat bereaksi lebih dulu dengan asil klorida, aldehida, atau elektrofil lain, sementara gugus asetal tetap terlindung dalam kondisi basa dan netral. Setelah tahap pertama selesai, asetal dapat dibuka dalam kondisi asam untuk memunculkan gugus aldehida yang kemudian ikut serta dalam penutupan cincin. Pola ini menjadikannya bahan yang banyak ditemukan dalam rute sintesis turunan heterosiklik seperti isokuinolin dan imidazol.

Di laboratorium Indonesia, kemasan 250 mL ini cocok untuk kelompok riset sintesis organik dan kimia medisinal yang membutuhkan building block cair dalam jumlah memadai. Karena berbentuk cairan, penakaran dapat dilakukan dengan pipet atau syringe, yang memudahkan penyiapan reaksi berskala kecil maupun menengah. Peneliti yang menjalankan beberapa seri sintesis paralel akan terbantu oleh kemasan yang cukup besar, asalkan penyimpanannya dijaga dengan baik.

  • Sintesis isokuinolin melalui jalur Pomeranz-Fritsch: struktur aminoasetal menyediakan fragmen dua karbon bernitrogen yang dapat dikondensasikan dengan aldehida aromatik lalu ditutup cincinnya dalam kondisi asam.
  • Pembuatan turunan imidazol dan heterosiklik lain: gugus amina dan asetal terlindung memungkinkan konstruksi cincin bernitrogen secara bertahap dalam riset kimia medisinal.
  • Pengenalan gugus aldehida terlindung ke dalam molekul: amina dapat diasilasi atau dialkilasi lebih dulu, lalu asetal dibuka belakangan sehingga aldehida muncul tepat saat dibutuhkan.
  • Sintesis ligan dan senyawa kelasi: gugus amina primer mudah dikondensasikan menjadi imina atau amida yang dapat dikembangkan menjadi ligan untuk kimia koordinasi.
  • Bahan ajar strategi gugus pelindung: pasangan amina dan asetal menjadi contoh yang jelas bagi mahasiswa untuk memahami kemoselektivitas dan urutan reaksi dalam sintesis bertahap.

Merek TCI (kode produk A0247-250ML)
Nomor CAS 645-36-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 250 mL
Bentuk fisik cairan, mengikuti keterangan pada label dan lembar data produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk, jauhkan dari api dan kelembapan

Simpan Aminoacetal dalam botol asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi baik, jauh dari sumber api, percikan, panas, dan asam kuat. Amina pada umumnya dapat menyerap karbon dioksida dan uap air dari udara, sehingga tutup kembali wadah segera setelah dipakai dan, bila perlu, simpan di bawah gas inert. Karena gugus asetal peka terhadap asam, hindari kontak tidak sengaja dengan asam. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta bekerja di lemari asam karena uap amina dapat mengiritasi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Baca lembar data keselamatan produsen sebelum penggunaan, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium Anda.

  • Kasymova dkk. (2007). 2,6-Dinitrobenzofuroxanes containing aminoacetal fragments. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363207070274
  • Vagapova dkk. (2010). Reaction of calix[4]resorcinarenes containing aminoacetal fragments in their molecule with 2-methylresorcinol. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s1070363210010202
  • Vagapova dkk. (2013). Calix[4]resorcinols bearing γ-aminoacetal groups on the upper rim. Synthesis and properties. Russian Journal of General Chemistry doi:10.1134/s107036321302014x

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.