Azulene adalah senyawa organik yang memiliki struktur unik dan sifat kimia yang menarik. Bahan ini digunakan dalam berbagai eksperimen kimia untuk memahami reaktivitas dan stabilitas senyawa aromatik. Azulene memiliki warna biru yang khas, yang membuatnya mudah diidentifikasi dalam proses analisis. Dalam laboratorium, Azulene sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks atau sebagai indikator dalam reaksi tertentu.
Azulene memiliki struktur molekuler yang simetris dan memiliki kestabilan tinggi, yang membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia. Senyawa ini bersifat non-polar dan memiliki titik leleh yang relatif tinggi, sehingga mudah dalam proses pemisahan dan pemurnian. Karena sifat kimianya yang stabil, Azulene juga digunakan dalam pengujian reaktivitas senyawa lain.
Di laboratorium Indonesia, Azulene digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan analitik. Bahan ini sangat relevan untuk para peneliti yang ingin mempelajari sifat-sifat senyawa aromatik dan aplikasinya dalam sintesis kimia. Karena kehandalannya, Azulene menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen di laboratorium lokal.
- Azulene digunakan dalam sintesis senyawa aromatik untuk memahami reaktivitas dan stabilitas molekul.
- Bahan ini cocok untuk analisis spektroskopi karena warna khasnya yang mudah terlihat.
- Azulene sering diterapkan dalam pengujian reaksi kimia untuk mengetahui perubahan struktur molekul.
- Senyawa ini digunakan dalam penelitian tentang sifat optik dan elektronik senyawa organik.
- Azulene juga relevan dalam pengembangan bahan baru yang memiliki sifat kimia unik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 275-51-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya |
Azulene harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk menjaga stabilitasnya. Wadah yang tepat adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, karena meskipun tidak beracun, tetap perlu menghindari paparan langsung. Pastikan area penyimpanan kering dan tidak terkena suhu ekstrem. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata untuk menghindari kontak langsung.
- Jackson dkk. (2018). Azulene-Modified Polysiloxanes as Gas Chromatographic Stationary Phases: Comparison of the Separatory Properties of Azulene and Naphthalene. Analytical Letters doi:10.1080/00032719.2017.1388817
- Mirzaei dkk. (2022). Azulene–Naphthalene, Naphthalene–Naphthalene, and Azulene–Azulene Rearrangements. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/acs.joc.2c01099
- ITO dkk. (1991). ChemInform Abstract: Azulene Analogues of Triphenylmethyl Cation. Extremely Stable Hydrocarbon Carbocations.. ChemInform doi:10.1002/chin.199151150
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.





