2-Acetamido-6-hydroxypurine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, dan sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa organik kompleks. Senyawa ini memiliki struktur dasar purin yang merupakan bagian dari banyak molekul biologis penting, seperti nukleotida dan nukleosida. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa-senyawa yang memiliki aktivitas farmakologis atau biokimia tertentu.
Karakteristik utama dari 2-Acetamido-6-hydroxypurine adalah kestabilannya dalam kondisi tertentu serta kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reaktan kimia. Senyawa ini memiliki struktur yang sangat spesifik, sehingga memungkinkan reaksi substitusi atau reaksi lain yang mengarah ke senyawa dengan fungsi tertentu. Karena sifatnya yang reaktif dan spesifik, senyawa ini sering dipilih dalam penelitian kimia organik dan farmakologi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik, farmakologi, dan biokimia. Peneliti di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri.
Brosur TCI (PDF)
- Nucleosides, Nucleotides, Nucleic Acids and Related Reagents 2026-03-23 · hal. 10
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan struktur purin
- Pengembangan obat baru untuk pengobatan penyakit kronis
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam senyawa heterosiklik
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa biokimia tertentu
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam laboratorium farmakologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 19962-37-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Karena sifat kimianya yang reaktif, senyawa ini sebaiknya ditangani dengan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan terkontrol, serta hindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—





