Aleuritic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu bahan dasar (building block) dalam kimia organik, Aleuritic Acid berperan dalam pembentukan senyawa kompleks melalui reaksi kimia tertentu. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia untuk membangun struktur molekuler yang lebih besar.
Aleuritic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti esterifikasi, reduksi, dan reaksi substitusi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam laboratorium yang membutuhkan bahan kimia yang mudah diatur dan memiliki konsistensi dalam hasil eksperimen.
Di laboratorium Indonesia, Aleuritic Acid digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan penelitian lingkungan. Bahan ini sangat relevan dalam pendidikan dan penelitian ilmiah di institusi penelitian dan perguruan tinggi di Indonesia, karena menyediakan bahan dasar yang vital untuk eksperimen kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan bahan dasar dengan reaktivitas tinggi
- Eksperimen kimia untuk mempelajari mekanisme reaksi dan struktur molekuler
- Penelitian tentang bahan kimia yang digunakan dalam industri farmasi dan produksi obat
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi lingkungan dan pengolahan limbah
- Eksperimen pendidikan dalam laboratorium kimia untuk memperkenalkan konsep reaksi kimia dasar
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 533-87-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Aleuritic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup dan dalam kondisi kering serta sejuk untuk mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penanganan, harus memperhatikan keamanan dengan mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Bahan ini tidak boleh terkena air atau paparan langsung dari cahaya matahari.
- SUBRAMANIAN dkk. (1996). ChemInform Abstract: Dilithium Tetrachlorocuprate Catalyzed Alkylation of Aleuritic Acid Derivatives and Synthesis of Muscalure.. ChemInform doi:10.1002/chin.199640221
- SUBRAMANIAN dkk. (1992). ChemInform Abstract: A Facile Synthesis of 1‐Triacontanol from threo‐Aleuritic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199217297
- SARKAR dkk. (1998). ChemInform Abstract: Functional Transformation of (.+‐.)‐threo‐Aleuritic Acid: Synthesis of 5‐Methyltetrazoles.. ChemInform doi:10.1002/chin.199840261
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

![5,10-Bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)naphtho[1,2-c:5,6-c']bis([1,2,5]oxadiazole) - TCI B5774 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B5774.jpg?v=1769180228&width=533)

