4-Acetoxybenzaldehyde adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia sintetik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang terdiri dari gugus aldehida dan gugus asetoksil, sehingga menjadi bahan dasar yang sangat berharga dalam pembuatan senyawa kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa aromatik dan heterosiklik.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 4-Acetoxybenzaldehyde menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi reduksi. Senyawa ini juga memiliki sifat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan isolasi. Karena sifat ini, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam prosedur laboratorium yang memerlukan manipulasi molekuler yang presisi.
Di laboratorium Indonesia, 4-Acetoxybenzaldehyde digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam laboratorium yang fokus pada sintesis senyawa baru dan pengembangan teknologi kimia.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat
- Reaksi reduksi aldehida menjadi alkohol dalam proses sintesis
- Pembuatan senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi
- Pengujian reaktivitas senyawa dalam reaksi kimia organik
- Produksi bahan baku untuk industri kosmetik dan bahan kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 878-00-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
4-Acetoxybenzaldehyde harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Bahan ini bersifat sensitif terhadap kelembapan dan cahaya, sehingga wadah penyimpanannya harus terlindung dari paparan langsung. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
—
