Ammonium chloride (NH₄Cl) adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium. Sebagai garam anorganik, ammonium chloride memiliki sifat larut dalam air dan digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kimia lainnya. Bahan ini juga sering digunakan dalam proses analisis kimia, terutama dalam reaksi yang memerlukan ion amonium atau klorida. Dalam laboratorium, ammonium chloride bisa berperan sebagai reagen dalam pembuatan larutan, reaksi kimia, atau sebagai bahan bantu dalam prosedur analisis.
Ammonium chloride memiliki karakteristik yang membuatnya sangat diminati sebagai bahan reaktif. Ia bersifat kering dan mudah disimpan, serta memiliki stabilitas yang baik dalam kondisi normal. Bahan ini juga tidak mudah terurai dalam lingkungan laboratorium biasa, sehingga sangat aman untuk digunakan dalam skala kecil hingga menengah. Selain itu, ammonium chloride memiliki titik leleh dan titik didih yang jelas, sehingga memudahkan proses pemanasan atau penguapan dalam eksperimen tertentu.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, ammonium chloride sering digunakan dalam berbagai bidang ilmu, seperti kimia analitik, kimia organik, dan teknologi material. Bahan ini sangat relevan untuk kebutuhan penelitian dan pendidikan, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian yang memerlukan bahan kimia dasar. Ketersediaannya yang relatif mudah membuatnya menjadi pilihan utama dalam berbagai aplikasi laboratorium lokal.
- Dalam sintesis senyawa kimia, ammonium chloride digunakan sebagai sumber ion klorida yang stabil.
- Bahan ini sering digunakan dalam proses pembuatan larutan buffer untuk menjaga pH tetap stabil.
- Ammonium chloride bisa menjadi bahan bantu dalam reaksi pengendapan atau pengendapan klorida.
- Dalam analisis kimia, ammonium chloride digunakan untuk mengisolasi ion amonium dari campuran.
- Bahan ini juga digunakan dalam prosedur pemanasan untuk menghasilkan gas amonia melalui reaksi termal.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 12125-02-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Inorganic Salts [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 300g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari kelembapan. |
Ammonium chloride harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber panas atau kelembapan. Bahan ini bersifat kering dan tidak mudah terurai, sehingga penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat disarankan. Saat menangani, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Pemakaian dalam laboratorium harus dilakukan dengan hati-hati, terutama dalam proses pemanasan yang memerlukan pengawasan intensif.
- Ogundare dkk. (2013). Physico-Chemical and mineral analysis of composts fortified with NPK fertilizer, Ammonium Chloride and Kaolin. Journal of Agricultural Chemistry and Environment doi:10.4236/jacen.2013.22005
- TAVANGARIAN dkk. (2011). ENHANCEMENT MECHANISM OF NANOSTRUCTURE FORSTERITE FORMATION RATE BY MECHANICAL ACTIVATION AND AMMONIUM CHLORIDE. Nano doi:10.1142/s1793292011002421
- Luz dkk. (2020). Human health hazard assessment of quaternary ammonium compounds: Didecyl dimethyl ammonium chloride and alkyl (C12–C16) dimethyl benzyl ammonium chloride. Regulatory Toxicology and Pharmacology doi:10.1016/j.yrtph.2020.104717
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
