Anthranil, dengan nama kimia 2-Aminobenzoic acid, adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Bahan ini memiliki struktur molekul yang terdiri dari cincin benzena dengan gugus amino dan karboksilat, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, Anthranil digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa heterosiklik, termasuk obat-obatan, pestisida, dan bahan kimia industri. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, Anthranil menjadi bahan penting dalam penelitian kimia organik.
Anthranil memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reaksi substitusi dan kondensasi. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil amina dan aseton, sehingga memudahkan proses pemrosesan dan isolasi. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi seperti reaksi Diels-Alder dan reaksi condensasi, yang membuatnya sangat diminati dalam penelitian kimia.
Di laboratorium Indonesia, Anthranil digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di universitas dan lembaga penelitian. Bahan ini sering dipakai dalam proyek sintesis senyawa baru, pengembangan obat, dan studi struktur molekul. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi kimia, Anthranil menjadi salah satu bahan dasar yang sering dicari oleh para peneliti di Indonesia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Penelitian kimia organik untuk studi struktur molekul
- Pembuatan pestisida dan bahan kimia industri
- Reaksi substitusi untuk modifikasi senyawa aromatik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 271-58-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Anthranil harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan lembap rendah sangat dianjurkan. Dalam proses penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk mencegah kontak langsung. Karena sifat reaktifnya, Anthranil harus dihindari dari paparan bahan kimia yang tidak kompatibel, seperti asam kuat atau bahan oksidatif.
- Malinovsky (2024). Is anthranil acid subject to deamination in animals?. Timiryazev Biological Journal doi:10.26897/2949-4710-2024-2-3-61-68
- ROBLOT dkk. (1990). ChemInform Abstract: Obtention of Anthranil Derivatives by a Modified Bischler‐Napieralski Reaction.. ChemInform doi:10.1002/chin.199014167
- Domene dkk. (2005). Aromaticity of anthranil and its isomers, 1,2-benzisoxazole and benzoxazole. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2005.04.014
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

![5,10-Bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)naphtho[1,2-c:5,6-c']bis([1,2,5]oxadiazole) - TCI B5774 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B5774.jpg?v=1769180228&width=533)
