Azamethiphos adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium, terutama dalam bidang kimia organik dan pestisida. Bahan ini memiliki sifat kimia yang unik yang membuatnya menjadi bahan penting dalam sintesis senyawa aktif biologis. Sebagai insektisida, Azamethiphos sering digunakan dalam penelitian tentang pengendalian hama dan pengembangan bahan kimia yang ramah lingkungan.
Azamethiphos memiliki struktur molekuler yang kompleks, yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai reaksi kimia. Sifat ini menjadikannya pilihan ideal untuk laboratorium yang membutuhkan bahan dengan kemampuan reaksi yang baik. Selain itu, senyawa ini memiliki stabilitas tertentu dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan.
Di laboratorium Indonesia, Azamethiphos sering digunakan dalam penelitian kimia dan pertanian. Bahan ini menjadi bagian dari eksperimen yang bertujuan untuk mengembangkan solusi pengendalian hama yang lebih efektif dan aman. Karena keberadaannya yang terbatas, Azamethiphos menjadi bahan yang dicari oleh peneliti dan institusi pendidikan di berbagai daerah.
- Penelitian tentang sintesis senyawa aktif biologis karena reaktivitas tinggi
- Pengembangan bahan pestisida yang ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan
- Eksperimen kimia organik untuk studi struktur dan reaktivitas molekul
- Uji kelayakan bahan kimia dalam pengendalian hama di lingkungan laboratorium
- Analisis kualitas bahan kimia untuk penelitian kimia industri dan pertanian
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 35575-96-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | TCI |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Azamethiphos harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya matahari langsung dan kelembapan. Penyimpanan dalam lingkungan kering dan sejuk sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas senyawa. Saat memanjangkannya, pastikan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jangan menghirup uapnya. Penanganan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mencegah risiko kecelakaan atau kontaminasi.
- Pahl dkk. (1999). The effects of cypermethrin (Excis) and azamethiphos (Salmosan) on lobster Homarus americanus H. Milne Edwards larvae in a laboratory study. Aquaculture Research doi:10.1046/j.1365-2109.1999.00372.x
- Intorre (2004). Safety of azamethiphos in eel, seabass and trout. Pharmacological Research doi:10.1016/j.phrs.2003.08.002
- (1997). Occupational dermatitis from the organophosphate azamethiphos. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/s0278-6915(97)80211-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

![5,10-Bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)naphtho[1,2-c:5,6-c']bis([1,2,5]oxadiazole) - TCI B5774 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B5774.jpg?v=1769180228&width=533)
