Acacetin adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori fenilpropanoid dan merupakan salah satu senyawa aromatik poliketida. Bahan ini digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang bio-kimia dan farmakologi. Acacetin memiliki struktur molekuler yang kompleks dan berperan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan, antitumor, dan anti-inflamasi pada berbagai jenis sel dan organisme.
Acacetin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan cahaya dan oksidasi. Senyawa ini juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Karena sifat tersebut, acacetin menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia, terutama dalam penelitian yang memerlukan presisi tinggi.
Di laboratorium Indonesia, acacetin sering digunakan dalam penelitian terkait senyawa alami dan sintetik yang memiliki potensi farmakologis. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian yang berfokus pada pengembangan obat baru dan pemahaman mekanisme biologis berbagai penyakit. Karena keberagaman aplikasinya, acacetin menjadi bahan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian ilmiah di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Traditional Medicine/Crude Medicine Research Reagents 2024-09-11 · hal. 2
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 9
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 10
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 53
- Acacetin digunakan dalam uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi kemampuan senyawa menghambat kerusakan oksidatif pada sel.
- Bahan ini cocok untuk penelitian farmakologi karena memiliki potensi aktivitas antitumor yang dapat diuji pada model sel kanker.
- Acacetin sering dimanfaatkan dalam sintesis senyawa kompleks yang memiliki struktur fenilpropanoid.
- Senyawa ini digunakan dalam analisis kromatografi untuk memisahkan dan mengidentifikasi senyawa alami dalam sampel.
- Acacetin juga digunakan dalam penelitian biokimia untuk mempelajari mekanisme interaksi antara senyawa dan enzim.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 480-44-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Phenylpropanoids, Aromatic Polyketides |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari cahaya langsung. |
Acacetin harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, serta menjauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena senyawa ini bersifat sensitif terhadap oksidasi, sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang terkontrol. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Liu dkk. (2026). Enhancement of the Anti‐Hepatoma Activity of Acacetin Through Salt Formation of Sodium Acacetin. Chemistry & Biodiversity doi:10.1002/cbdv.202503726
- Bylka dkk. (2002). Differentiation between isomeric acacetin‐6‐C‐(6″‐O‐malonyl)glucoside and acacetin‐8‐C‐(6″‐O‐malonyl)glucoside by using low‐energy CID mass spectra. Journal of Mass Spectrometry doi:10.1002/jms.313
- Kim dkk. (2023). Simultaneous Quantitative Analysis of Echinacoside, Poliumoside, Isoacteoside and Acacetin-diglucuronide from the Leaf of Callicarpa dichotoma (Lour.) K. Koch. Korean Journal of Pharmacognosy doi:10.22889/kjp.2023.54.4.191
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







