Aprepitant, dengan nomor CAS 170729-80-3, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian farmakologis dan biokimia. Bahan ini termasuk dalam kategori reagen penelitian farmasi, yang sering digunakan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja obat dan pengembangan terapi baru. Aprepitant bekerja sebagai antagonis reseptor neurokinin type 1 (NK1), yang berperan dalam proses mual dan muntah. Dalam laboratorium, bahan ini menjadi alat penting untuk uji klinis dan eksperimen terkait efek farmakologis pada sistem saraf.
Aprepitant memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat disimpan dalam kondisi tertentu tanpa mengalami degradasi signifikan. Karena sifatnya yang spesifik dan keandalan hasil uji, bahan ini dipilih untuk penelitian yang membutuhkan akurasi tinggi. Selain itu, Aprepitant memiliki keunggulan dalam kemampuannya untuk memperjelas respons biologis pada model eksperimental, sehingga menjadi pilihan utama dalam penelitian farmakologi dan neurofarmakologi.
Di Indonesia, Aprepitant digunakan secara luas dalam laboratorium riset kesehatan dan farmasi. Bahan ini sering dipakai dalam penelitian terkait pengobatan gangguan mual, penyakit neurologis, dan pengembangan obat baru. Para peneliti di laboratorium lokal mengapresiasi kualitas dan keandalan produk ini, karena memudahkan eksperimen yang kompleks dan menghasilkan data yang akurat.
Brosur TCI (PDF)
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 25
Produk TCI terkait
- Penelitian farmakologi untuk menguji efek antagonis pada reseptor NK1
- Eksperimen terkait pengobatan gangguan mual dan muntah
- Pengembangan obat baru yang fokus pada sistem saraf
- Uji klinis awal untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas
- Penelitian neurofarmakologi untuk memahami mekanisme kerja obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 170729-80-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg, 500mg |
| Bentuk fisik | Padatan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Aprepitant harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Simpan di suhu kamar yang stabil, sebaiknya dalam lingkungan kering dan terlindung dari udara bebas. Untuk memastikan keamanan, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan alat pelindung lainnya. Selama penyimpanan, hindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Pastikan wadah tidak terbuka dan selalu ditempatkan di area yang aman dan terkendali.
- Dahman dkk. (2026). Comparison of aprepitant 80 mg oral, aprepitant 32.4 mg intravenous, and fosaprepitant 75 mg intravenous in the prevention of postoperative nausea and vomiting in patients undergoing laparoscopic sleeve gastrectomy, a retrospective cohort study. Surgical Endoscopy doi:10.1007/s00464-026-13367-3
- Tushar Meena dkk. (2026). Formulation Optimization and Evaluation of Aprepitant Orally Disintegrating Tablets. Journal of Health Synapse doi:10.67529/jhs.v1i3.9
- Chou dkk. (2013). Use of Oral Aprepitant for the Management of Nausea with Inpatient Intravenous Dihydroergotamine (DHE) Use (S40.006). Neurology doi:10.1212/wnl.80.7_supplement.s40.006
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Neurotransmitter Agent Ingredients (for Research and Experimental Use)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Neurotransmitter Agent Ingredients (for Research and Experimental Use)




