Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 55779-18-5

Arprinocid TCI A3146

Arprinocid TCI A3146

Identitas Kimia

No. CAS
55779-18-5
PubChem
CID 41574·SID 354333137
Rumus molekul
C12H9ClFN5
Berat molekul
277.68 g/mol
Kemurnian
>95.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
9-[(2-chloro-6-fluorophenyl)methyl]purin-6-amine
SMILES
C1=CC(=C(C(=C1)Cl)CN2C=NC3=C(N=CN=C32)N)F
InChIKey
NAPNOSFRRMHNBJ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Arprinocid, dengan nomor CAS 55779-18-5, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen laboratorium terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan aktivitas antibakteri dan pengujian efek farmakologis pada berbagai substrat. Arprinocid memiliki struktur kimia yang kompleks, yang memungkinkan penggunaannya dalam berbagai reaksi kimia dan analisis biologis. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa lain atau sebagai reagen dalam proses pengujian aktivitas antimikroba.

Arprinocid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang relatif lama. Bahan ini juga memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai molekul biologis, sehingga menjadi pilihan yang tepat dalam penelitian yang memerlukan interaksi molekuler. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, Arprinocid cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang membutuhkan presisi dan kestabilan.

Di Indonesia, Arprinocid digunakan dalam berbagai institusi penelitian dan laboratorium kesehatan, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Bahan ini sering ditemukan dalam penelitian yang berkaitan dengan pengembangan obat baru dan uji aktivitas antimikroba. Dengan kehandalannya dalam berbagai eksperimen, Arprinocid menjadi salah satu bahan yang penting dalam penelitian ilmiah di Indonesia.

  • Arprinocid digunakan dalam uji aktivitas antibakteri untuk mengevaluasi efektivitas senyawa baru terhadap bakteri patogen.
  • Bahan ini cocok untuk penelitian farmakologi karena kemampuannya dalam berinteraksi dengan berbagai target biologis.
  • Arprinocid sering dimanfaatkan dalam sintesis senyawa kimia untuk pengembangan obat dan bahan aktif farmakologis.
  • Bahan ini digunakan dalam analisis biokimia untuk memahami mekanisme kerja senyawa tertentu dalam lingkungan biologis.
  • Arprinocid dapat digunakan dalam penelitian lingkungan untuk menguji dampak senyawa kimia terhadap mikroba di berbagai ekosistem.

Merek TCI
Nomor CAS 55779-18-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents > Antibiotics
Ukuran kemasan 50mg, 250mg
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan suhu tinggi

Arprinocid harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber cahaya langsung dan suhu tinggi. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil akan memperpanjang masa pakai bahan ini. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlu dihindari kontak dengan kulit atau mata. Penanganan yang tepat akan memastikan keamanan dan keakuratan dalam penggunaannya di laboratorium.

  • Rehg dkk. (1990). Effectiveness of arprinocid in the reduction of cryptosporidial activity in immunosuppressed rats. American Journal of Veterinary Research doi:10.2460/ajvr.1990.51.10.1668
  • Maurer dkk. (1996). Effects of the anthelmintics clorsulon, rafoxanide, mebendazole and arprinocid on Echinostoma caproni in ICR mice. Journal of Helminthology doi:10.1017/s0022149x00015194
  • Maurer dkk. (1995). Effects of the anthelmintics clorsulon, rafoxanide, mebendazole and arprinocid on Echinostoma caproni in ICR mice. Journal of Helminthology doi:10.1017/s0022149x00014991

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.