Ajmaline adalah senyawa alkaloid yang digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang farmakologi dan biokimia. Bahan ini sering digunakan sebagai agen untuk mempelajari mekanisme kerja obat dan efeknya terhadap sistem saraf. Dalam laboratorium, Ajmaline digunakan untuk menguji respons sel terhadap berbagai stimulus, termasuk efeknya terhadap jantung dan sistem saraf. Sebagai bahan kimia murni, Ajmaline memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biologis.
Ajmaline memiliki struktur kimia kompleks yang membuatnya menjadi bahan yang menarik untuk penelitian tentang interaksi molekuler. Senyawa ini bersifat non-polar dan memiliki kelarutan yang terbatas dalam pelarut organik. Sifat ini memungkinkan peneliti untuk mengontrol konsentrasi dan distribusi senyawa dalam berbagai sistem eksperimen. Selain itu, Ajmaline memiliki stabilitas kimia yang baik dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Di laboratorium Indonesia, Ajmaline digunakan dalam penelitian yang berkaitan dengan farmakologi dan biologi molekuler. Bahan ini sering digunakan dalam eksperimen yang melibatkan uji aktivitas farmakologis, pengujian toksisitas, serta studi tentang mekanisme aksi obat. Peneliti di Indonesia mengapresiasi kualitas dan keandalan Ajmaline dalam berbagai aplikasi ilmiah, terutama dalam penelitian yang memerlukan presisi dan akurasi tinggi.
Brosur TCI (PDF)
- Alkaloids 2025-10-10 · hal. 6
- Pharmaceutical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-03-09 · hal. 42
- Ajmaline digunakan untuk menguji efek farmakologis pada jaringan saraf karena sifatnya yang memengaruhi sistem saraf.
- Bahan ini cocok untuk penelitian tentang toksisitas obat karena kemampuannya untuk memengaruhi respons sel.
- Ajmaline sering diterapkan dalam studi interaksi molekuler untuk memahami mekanisme kerja senyawa tertentu.
- Bahan ini digunakan dalam eksperimen biokimia untuk mengamati reaksi kimia dalam lingkungan tertentu.
- Ajmaline juga digunakan dalam uji aktivitas enzim untuk mempelajari perubahan aktivitas enzim akibat pengaruh senyawa tertentu.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4360-12-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Alkaloids |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Ajmaline harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga stabilitas kimianya. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, bahan ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan dan masker. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan kering sangat dianjurkan. Harus dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata, serta penggunaan di area yang tidak terkontrol.
- R (2017). Ventricular Tachycardia During Ajmaline Challenge. Open Access Journal of Cardiology doi:10.23880/oajc-16000106
- Khan dkk. (1996). Synthetic Epimers of Ajmaline and Isoajmaline. Zeitschrift für Naturforschung B doi:10.1515/znb-1996-1214
- Rolf (2003). The ajmaline challenge in Brugada syndrome: Diagnostic impact, safety, and recommended protocol. European Heart Journal doi:10.1016/s0195-668x(03)00195-7
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsAlkaloidsIndole Alkaloids
- Biochemicals and ReagentsPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Pharmaceutical Research Reagents (Others)
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchPharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use)Pharmaceutical Research Reagents (Others)







