Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

AMI-331 Hydrochloride TCI A3352

AMI-331 Hydrochloride TCI A3352
Harga reguler Rp 14.071.050,00
Harga reguler Rp 9.855.300,00 Harga obral Rp 14.071.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI A3352 AMI-331 Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen ilmiah terutama dalam bidang biologi sel dan neurosains. Bahan ini memiliki peran penting dalam penelitian yang berkaitan dengan transduksi sinyal seluler, pengaturan aktivitas protein, serta studi tentang mekanisme penyakit neurodegeneratif. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reagen untuk aktivasi atau penghambatan jalur sinyal tertentu dalam sel, sehingga memungkinkan para peneliti untuk memahami lebih dalam tentang proses biologis kompleks.

TCI A3352 AMI-331 Hydrochloride memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Sifat ini membuatnya mudah digunakan dalam berbagai metode analisis kimia dan biokimia. Selain itu, senyawa ini memiliki tingkat keamanan yang relatif baik dalam penggunaan yang sesuai, sehingga memudahkan peneliti untuk menggunakannya dalam berbagai skala eksperimen.

Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sangat relevan untuk penelitian di bidang kesehatan masyarakat, farmakologi, dan bioteknologi. Banyak institusi penelitian dan universitas di Indonesia menggunakan bahan ini untuk eksperimen terkait penyakit neurologis dan pengembangan obat baru.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Memperpanjang periode sirkadian pada tanaman (Gambar 2).
  • Menghambat aktivitas rGST-CKL4 dengan IC50 0.7 µM (Gambar 1).

  • Penelitian tentang transduksi sinyal seluler dalam studi biologi sel
  • Eksperimen aktivasi jalur sinyal protein kinase dalam penelitian neurosains
  • Pengujian efek modulator pada aktivitas enzim dalam bidang farmakologi
  • Analisis mekanisme penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson
  • Pengembangan obat baru melalui uji aktivitas biologis senyawa kimia

Dari brosur TCI

  • Penelitian fosforilasi oleh CK1 pada tanaman
  • Penelitian ritme sirkadian pada tanaman

Merek TCI
Nomor CAS (tidak ada)
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Cell Signaling and Neuroscience
Ukuran kemasan 25mg
Bentuk fisik Serbuk kristal
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Data dari brosur TCI

IC500.7 µM (rGST-CKL4, casein and AMI-331 mixed in reaction buffer, incubated 2 hours)
AMI-331 concentration (Figure 1)0, 1, 10, 100 µM (rGST-CKL4 with casein, 2 hours incubation)
AMI-331 concentration (Figure 2)0 µM, 0.4 µM, 1.2 µM, 2.4 µM (recombinant seedlings with LUC gene inserted into CCA1 promoter, constant light 0 to 96 h)

Sumber: TCI brochure LL073 (2025-03-27)

Bahan ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan terlindung dari kelembapan adalah cara yang lazim untuk menjaga kualitas senyawa. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, serta menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selalu pastikan prosedur penggunaan sesuai dengan pedoman keselamatan laboratorium untuk mengurangi risiko potensial.

Referensi dari brosur TCI

  1. Takahiro N. Uehara. Casein kinase 1 family regulates PRR5 and TOC1 in the Arabidopsis circadian clock Proceedings of the National Academy of Sciences, 2019. doi:10.1073/pnas.1903357116
  2. Ami N Saito. Generation of strong casein kinase 1 inhibitor of Arabidopsis thaliana , 2019. doi:10.1101/642884