Azaperone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai penelitian terkait biologi sel dan neurosains. Sebagai agen farmakologis, Azaperone memiliki aktivitas antipsikotik dan sedatif, sehingga sering digunakan dalam studi tentang efek neurofarmakologis pada sistem saraf pusat. Produk ini termasuk dalam kategori Life Science, khususnya dalam bidang Cell Signaling and Neuroscience, dan merupakan bahan penting untuk eksperimen yang mengeksplorasi mekanisme transmisi sinyal dalam sel.
Azaperone memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik seperti etil asetat atau aseton. Karena sifat tersebut, senyawa ini mudah dimanipulasi dalam berbagai reaksi kimia dan proses sintesis. Selain itu, Azaperone memiliki daya tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga memudahkan penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, Azaperone menjadi bahan yang relevan untuk penelitian di bidang farmakologi, neurobiologi, dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk memahami interaksi antara obat dan sistem saraf, serta untuk pengembangan terapi medis yang lebih efektif.
- Penelitian tentang efek antipsikotik pada model hewan untuk pengembangan obat psikotik
- Eksperimen neurofarmakologis untuk mempelajari mekanisme kerja obat pada sistem saraf pusat
- Studi tentang pengaruh senyawa ini terhadap aktivitas sel saraf dalam lingkungan in vitro
- Analisis interaksi molekuler dalam proses transmisi sinyal seluler
- Pengujian efektivitas senyawa ini dalam model penelitian klinis terkait gangguan mental
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1649-18-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Cell Biology > Cell Signaling and Neuroscience |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Azaperone harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan. Saat mengambil atau mengolah bahan ini, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja tetap bersih untuk mencegah kontaminasi.
- Viramontes dkk. (1991). EXPERIMENTAL USE OF AZAPERONE AND METOMIDATE IN CATS. Journal of Veterinary Anaesthesia doi:10.1111/j.1467-2995.1991.tb00545.x
- Holzchuh dkk. (1991). ANAESTHESIA IN PIGS. ANALYSIS OF AZAPERONE AND ETOMIDATE EFFECTS SEPARATELY AND IN ASSOCIATION. Journal of Veterinary Anaesthesia doi:10.1111/j.1467-2995.1991.tb00546.x
- Sheldon dkk. (2024). Butorphanol-Azaperone-Medetomidine Is as Safe and Effective as Nalbuphine-Azaperone-Medetomidine for Immobilization of Juvenile American Black Bears (Ursus americanus). Journal of Wildlife Diseases doi:10.7589/jwd-d-23-00043
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

