Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 521-31-3

Luminol [Chemiluminescence Reagent], CAS 521-31-3, TCI A5301

Luminol [Chemiluminescence Reagent], CAS 521-31-3, TCI A5301

Identitas Kimia

No. CAS
521-31-3
PubChem
CID 10638·SID 87563135
Rumus molekul
C8H7N3O2
Berat molekul
177.16 g/mol
Kemurnian
>97.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
5-amino-2,3-dihydrophthalazine-1,4-dione
SMILES
C1=CC2=C(C(=C1)N)C(=O)NNC2=O
InChIKey
HWYHZTIRURJOHG-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 662.550,00
Harga reguler Rp 478.800,00 Harga obral Rp 662.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Luminol (521-31-3) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam reaksi kimiluminesensi untuk mendeteksi keberadaan logam berat atau senyawa tertentu dalam sampel. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium untuk analisis kualitatif dan kuantitatif, terutama dalam bidang kimia, biologi, dan lingkungan. Dalam proses reaksi kimiluminesensi, luminol bereaksi dengan senyawa oksidator, seperti peroksida hidrogen, untuk menghasilkan cahaya yang dapat diamati secara visual atau diukur dengan alat deteksi.

Luminol memiliki sifat kimia yang stabil dalam bentuk padat, tetapi sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan seperti kelembapan dan suhu. Karena kemampuannya untuk menghasilkan cahaya yang terang dan jelas, luminol menjadi pilihan utama dalam berbagai metode deteksi. Senyawa ini juga mudah tersedia dalam berbagai kemasan, sehingga memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.

Di laboratorium Indonesia, luminol digunakan secara luas dalam penelitian ilmiah, pendidikan, dan pemeriksaan lingkungan. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia, laboratorium biologi, dan laboratorium analisis lingkungan, terutama untuk keperluan deteksi logam berat, analisis sampel air, dan uji kualitas produk.

Kelebihan (brosur TCI)

  • Bereaksi dengan hidrogen peroksida dengan adanya logam seperti besi menghasilkan cahaya biru kuat
  • Panjang gelombang emisi 460 nm

  • Deteksi logam berat dalam sampel lingkungan karena reaksi kimiluminesensi yang jelas
  • Analisis kualitatif dalam laboratorium kimia untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa tertentu
  • Uji kualitas air dan sampel lingkungan untuk mengukur kontaminasi logam berat
  • Penelitian biokimia untuk mengamati reaksi enzimatik atau reaksi kimia tertentu
  • Pengajaran di laboratorium universitas untuk eksperimen kimia dan deteksi senyawa

Dari brosur TCI

  • Uji luminol untuk identifikasi noda darah pada ilmu forensik
  • Deteksi jejak hidrogen peroksida dan logam yang mengkatalisis reaksi

Merek TCI
Nomor CAS 521-31-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents > Luminescent Compounds/Detection
Ukuran kemasan 1g, 25g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari cahaya langsung

Data dari brosur TCI

Emission wavelength460 nm

Sumber: TCI brochure L3036 (2025-01-23)

Luminol harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya untuk mencegah degradasi. Bahan ini sangat sensitif terhadap kelembapan, sehingga wadah harus tertutup rapat. Saat menangani luminol, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi. Selain itu, luminol tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif, karena dapat mempercepat reaksi kimia yang tidak diinginkan.

  • Merényi dkk. (1990). Luminol chemiluminescence: Chemistry, excitation, emitter. Journal of Bioluminescence and Chemiluminescence doi:10.1002/bio.1170050111
  • Atwater dkk. (1997). “Reagentless” Flow Analysis Determination of Hydrogen Peroxide by Electrocatalyzed Luminol Chemiluminescence. Analytical Letters doi:10.1080/00032719708002287
  • MERENYI dkk. (1995). ChemInform Abstract: The Role of Peroxidic Intermediates During Autoxidation of Some Interesting Organic Compounds: Luminol Chemiluminescence and Monooxygenation by Flavin Enzymes. ChemInform doi:10.1002/chin.199531294

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.