Benzenesulfonanilide (TCI B0029) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang melibatkan gugus sulfonamida dan anilida, sehingga sangat relevan dalam reaksi kimia seperti reaksi nucleofili dan reaksi substitusi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan senyawa fungsi khusus.
Benzenesulfonanilide memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sensitif terhadap paparan panas dan kelembapan berlebihan. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memiliki potensi reaktivitas tinggi dalam berbagai reaksi kimia, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa dengan struktur dan fungsi yang beragam. Karena sifat ini, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam banyak eksperimen kimia.
Di laboratorium Indonesia, Benzenesulfonanilide digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama di institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam upaya pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan lingkungan.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri seperti pewarna dan bahan plastik
- Eksperimen kimia organik untuk studi mekanisme reaksi
- Penelitian tentang sifat kimia dan reaktivitas senyawa heterosiklik
- Pengembangan senyawa fungsi khusus untuk aplikasi teknologi tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1678-25-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Benzenesulfonanilide harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta kelembapan. Penyimpanan yang tepat akan meminimalkan risiko degradasi atau reaksi kimia yang tidak diinginkan. Dalam penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau pernapasan. Selain itu, bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidator atau reduktor untuk mencegah reaksi berbahaya.
- PITCHUMANI dkk. (1992). ChemInform Abstract: Effect of Cyclodextrin Encapsulation on Photo‐Fries Rearrangement of Benzenesulfonanilide.. ChemInform doi:10.1002/chin.199213112
- Zheng dkk. (2008). Effect of the oral absorption of benzenesulfonanilide-type cyclooxygenase-1 inhibitors on analgesic action and gastric ulcer formation. Journal of Pharmaceutical Sciences doi:10.1002/jps.21388
- Rew dkk. (2012). Discovery and optimization of benzenesulfonanilide derivatives as a novel class of 11β-HSD1 inhibitors. Bioorganic & Medicinal Chemistry Letters doi:10.1016/j.bmcl.2012.04.005
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


