=====PRODUK 1=====
Biphenyl-4-carboxaldehyde (nomor CAS 3218-36-8) adalah senyawa organik golongan aldehida aromatik yang tersusun atas dua cincin benzena yang saling terhubung langsung, dengan satu gugus aldehida (–CHO) terikat pada posisi para. Di dalam laboratorium kimia, senyawa ini berperan penting sebagai building block atau blok bangunan sintesis, yaitu bahan awal yang dipakai untuk merakit molekul yang lebih besar dan lebih kompleks. Karena memiliki gugus aldehida yang reaktif, senyawa ini mudah dikonversi menjadi alkohol, asam karboksilat, imina, atau berbagai turunan lainnya melalui reaksi organik standar. Produk TCI B0242 ini dihadirkan oleh AMI Scientific untuk memenuhi kebutuhan peneliti, dosen, mahasiswa pascasarjana, serta analis laboratorium di Indonesia yang memerlukan bahan kimia berkualitas untuk penelitian kimia organik dan pengembangan material.
Keunggulan utama produk ini terletak pada kemurnian dan konsistensi mutu yang dijaga oleh TCI sebagai produsen bahan kimia riset yang dikenal luas. Struktur bifenil yang kaku memberikan kestabilan termal yang baik, sehingga senyawa ini mampu bertahan dalam kondisi reaksi yang cukup keras. Sementara itu, gugus aldehida pada posisi para memberikan reaktivitas yang selektif dan mudah diprediksi, menjadikannya substrat yang ideal untuk berbagai transformasi kimia. Kerangka aromatiknya juga memungkinkan modifikasi lebih lanjut melalui reaksi kopling silang, kondensasi aldol, atau pembentukan basa Schiff. Karena sifat-sifat inilah, Biphenyl-4-carboxaldehyde banyak dipilih sebagai senyawa awal yang serbaguna, baik untuk sintesis senyawa target tunggal maupun untuk pembuatan pustaka senyawa dalam penapisan aktivitas biologis.
Di Indonesia, produk ini banyak digunakan di laboratorium universitas, lembaga penelitian, dan industri kimia halus. Mahasiswa program magister dan doktor kimia kerap memakainya dalam penelitian sintesis senyawa organik, sementara peneliti farmasi menggunakannya untuk merancang kandidat obat berbasis kerangka bifenil yang banyak ditemukan pada obat antiradang dan antihipertensi. Laboratorium material juga memanfaatkannya untuk membuat senyawa fluoresens dan kristal cair. Dengan ketersediaan varian kemasan 5 g, 25 g, dan 250 g, AMI Scientific memudahkan laboratorium di berbagai skala untuk memperoleh jumlah yang sesuai kebutuhan, dari uji skala kecil hingga sintesis dalam jumlah menengah.
- Sintesis senyawa biaril dan turunan bifenil: gugus aldehida pada posisi para memungkinkan senyawa ini dihubungkan dengan cincin aromatik lain melalui reaksi kopling silang untuk membangun kerangka biaril yang lebih kompleks dan fungsional.
- Pembentukan basa Schiff dan imina: gugus aldehida bereaksi mudah dengan amina primer membentuk imina, yang menjadi ligan atau zat antara penting dalam sintesis organik maupun perancangan senyawa kimia obat.
- Bahan antara sintesis obat: kerangka bifenil merupakan struktur yang sering ditemukan pada obat antiinflamasi dan antihipertensi, sehingga senyawa ini menjadi prekursor yang tepat untuk pengembangan kandidat obat baru.
- Sintesis ligan untuk kimia koordinasi: senyawa ini dapat diubah menjadi ligan yang mengandung atom donor nitrogen atau oksigen untuk membentuk kompleks dengan ion logam transisi dalam penelitian katalisis dan kimia anorganik.
- Pengembangan material fungsional: bifenil karboksaldehida digunakan sebagai prekursor kristal cair, senyawa fluoresens, dan material optik yang dikaji di laboratorium material serta kimia fisika.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 3218-36-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5 g, 25 g, dan 250 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin pada suhu ruang |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk dan kering |
Biphenyl-4-carboxaldehyde sebaiknya disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tertutup rapat dan kedap udara untuk mencegah oksidasi gugus aldehida menjadi asam karboksilat. Wadah asli dari produsen disarankan tetap digunakan dan diberi label yang jelas agar tidak tertukar dengan senyawa lain. Tempat penyimpanan idealnya sejuk, kering, dan terhindar dari paparan cahaya langsung karena senyawa aromatik dapat mengalami perubahan warna atau degradasi perlahan. Saat menimbang, gunakan spatula yang bersih serta alat pelindung diri seperti sarung tangan nitril dan kacamata pengaman. Hindari menghirup debu, jangan dicampurkan dengan oksidator kuat, dan pisahkan dari bahan yang mudah terbakar. Selalu periksa tanggal kedaluwarsa dan catat tanggal penerimaan untuk rotasi stok yang baik di laboratorium.
- Alkhudari (2021). Condensation Reactions of Methyl Derivatives of Quinoxaline-1,4-Dioxide with 4,4'-Biphenyl Carboxaldehyde. Asian Journal of Chemical Sciences doi:10.9734/ajocs/2021/v10i119083
- Iwan dkk. (2010). Synthesis, characterization and mesomorphic properties of new unsymmetrical azomethine-type liquid crystals derived from 4-biphenyl carboxaldehyde. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/j.molliq.2009.10.015
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
