=====PRODUK 1=====
Bis(benzonitrile)palladium(II) dichloride dengan nomor CAS 14220-64-5 adalah senyawa kompleks logam transisi yang banyak digunakan di laboratorium kimia sebagai prekursor katalis paladium. Di dalam strukturnya terdapat atom paladium yang terkoordinasi dengan dua ligan benzonitril dan dua atom klorida, sehingga senyawa ini menjadi sumber paladium(II) yang stabil dan mudah ditangani. Peran utamanya di laboratorium adalah sebagai katalis atau pra-katalis dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama reaksi kopling silang dan aktivasi ikatan C-H yang kini menjadi tulang punggung kimia organik modern. Para peneliti menggunakannya untuk membentuk ikatan karbon-karbon dan karbon-heteroatom secara selektif, baik untuk skala riset kecil maupun persiapan senyawa antara dalam jumlah gram.
Keunggulan utama senyawa ini terletak pada kestabilannya di udara dan kemudahan penggunaannya dibandingkan beberapa katalis paladium lain yang sensitif terhadap udara dan kelembapan. Ligan benzonitril bersifat labil, artinya mudah lepas dari pusat logam ketika direaksikan dengan ligan atau substrat lain, sehingga paladium aktif dapat terbentuk secara in situ tanpa perlu aktivasi yang rumit. Kelarutannya yang baik dalam pelarut organik umum seperti diklorometana, toluena, dan aseton membuat senyawa ini mudah dicampurkan ke dalam sistem reaksi homogen. Selain itu, senyawa ini tersedia dalam kemasan gram dengan kemurnian yang konsisten dari produsen TCI, sehingga peneliti dapat memperoleh hasil yang dapat direproduksi antar percobaan. Faktor-faktor inilah yang menjadikannya pilihan yang praktis dan andal untuk laboratorium yang menekuni katalisis organologam.
Di Indonesia, senyawa ini banyak dicari oleh laboratorium riset di perguruan tinggi, lembaga penelitian seperti LIPI/BRIN, serta laboratorium R&D industri kimia dan farmasi yang mengembangkan katalis untuk sintesis bahan aktif obat. Seiring meningkatnya minat peneliti Indonesia pada kimia organik sintetik dan katalisis, kebutuhan akan prekursor paladium berkualitas tinggi pun bertumbuh. Kehadiran produk ini melalui distributor alat dan bahan laboratorium memudahkan laboratorium dalam negeri untuk memperoleh bahan dengan spesifikasi yang jelas dan penelusuran yang baik. Dengan kemasan yang sesuai untuk kebutuhan riset, produk ini mendukung keberlanjutan penelitian lokal dalam bidang kimia material, obat-obatan, dan kimia halus.
- Aktivasi ikatan C-H — senyawa ini berperan sebagai prekursor paladium yang menghasilkan spesies katalitik aktif untuk memfungsionalisasi ikatan C-H secara regioselektif, mendukung pembentukan ikatan karbon-karbon dan karbon-heteroatom yang efisien.
- Reaksi kopling Suzuki-Miyaura — sebagai sumber paladium(II), senyawa ini diaktifkan menjadi paladium(0) dalam sistem reaksi sehingga mampu mengkatalisis pembentukan ikatan biaril antara aril halida dan asam boronat.
- Reaksi kopling Heck (Mizoroki-Heck) — prekursor ini cocok dipakai untuk katalisis kopling antara alkena dengan aril atau vinil halida, menghasilkan alkena tersubstitusi yang banyak dibutuhkan dalam sintesis senyawa organik kompleks.
- Reaksi kopling Sonogashira — senyawa ini digunakan bersama katalis tembaga untuk menghubungkan alkuna terminal dengan aril halida, membentuk senyawa alkuna tersubstitusi yang menjadi perantara penting dalam kimia farmasi dan material.
- Sintesis kompleks katalis baru — ligan benzonitril yang mudah lepas menjadikan senyawa ini prekursor ideal untuk menyiapkan kompleks paladium dengan ligan fosfin atau NHC untuk studi mekanisme dan pengembangan katalis yang lebih selektif.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 14220-64-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > C-H Activation [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 1 g dan 5 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin (serbuk) berwarna kuning hingga oranye |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya |
Produk ini sebaiknya disimpan dalam botol kaca atau wadah asli dari produsen yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering dengan suhu ruang yang stabil, serta terlindung dari paparan cahaya langsung dan kelembapan tinggi. Wadah harus segera ditutup kembali setelah setiap pengambilan untuk mencegah kontaminasi dan penyerapan uap air. Saat menimbang atau memindahkan, gunakan spatula bersih dan bekerja di dalam lemari asam bila memungkinkan, karena senyawa logam berat perlu ditangani dengan hati-hati. Gunakan sarung tangan laboratorium, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari penghirupan debu. Limbah yang mengandung paladium harus dikumpulkan secara terpisah dan dibuang sesuai peraturan pengelolaan limbah bahan berbahaya yang berlaku.
- Olmstead dkk. (2000). Bis(benzonitrile)palladium(II) Dihalides: Structures and Cocrystallization of the Cubic Cluster Pd6Cl12 with (E)-Stilbene and with Bis(benzonitrile)palladium(II) Dichloride. Inorganic Chemistry doi:10.1021/ic0000597
- Brahma (2006). trans-Dichloro-bis(benzonitrile)palladium(II): A Versatile Reagent in Organic Synthesis. Synlett doi:10.1055/s-2006-941594
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
