5-Bromo-1-pentanol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekul yang sederhana namun sangat penting dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa fungsi tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan bantu untuk menghasilkan senyawa dengan struktur yang lebih kompleks, seperti senyawa obat atau bahan kimia industri.
5-Bromo-1-pentanol memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kondisi reaksi. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton, yang memudahkan proses pemrosesan dan penggunaannya di laboratorium. Karena sifat tersebut, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi eliminasi.
Di laboratorium Indonesia, 5-Bromo-1-pentanol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam program pendidikan dan penelitian di institusi akademik. Bahan ini juga menjadi bagian dari persediaan bahan kimia dasar yang diperlukan untuk eksperimen kimia yang lebih lanjut.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan substitusi bromo
- Reaksi kimia untuk menghasilkan senyawa heterosiklik
- Pengujian reaktivitas senyawa dengan struktur sederhana
- Pembuatan bahan bantu dalam proses pemrosesan senyawa kimia
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 34626-51-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
5-Bromo-1-pentanol harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber cahaya langsung serta panas. Karena bersifat kimia yang relatif stabil, bahan ini tidak memerlukan penyimpanan khusus, tetapi tetap harus dihindari dari paparan udara terbuka. Penggunaan bahan ini harus dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol, dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker.
—

