4-Bromo-2,6-dimethylphenol adalah senyawa kimia yang memiliki struktur aromatik dengan substituen bromo dan dua gugus metil pada posisi 2 dan 6. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi redoks. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi komponen penting dalam berbagai eksperimen kimia, termasuk pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan produk farmasi.
Karena sifatnya yang reaktif dan kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, 4-Bromo-2,6-dimethylphenol memiliki daya tarik dalam berbagai reaksi kimia. Ia juga relatif stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang memerlukan presisi dan konsistensi dalam sintesis senyawa.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Karena kebutuhan akan senyawa kimia yang berkualitas dan terjangkau, 4-Bromo-2,6-dimethylphenol menjadi bahan yang sering dicari oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur aromatik kompleks
- Reaksi substitusi bromo pada rantai aromatik
- Pembuatan bahan kimia industri seperti plastik dan bahan pelapis
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa aromatik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan aktivitas biologis tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2374-05-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 250g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan |
4-Bromo-2,6-dimethylphenol harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Wadah harus ditutup rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi. Dalam penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Selain itu, senyawa ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidator atau reduktor.
—
