Betulinic Acid, dengan nomor CAS 472-15-1, adalah senyawa kimia alami yang diperoleh dari berbagai sumber tumbuhan, seperti kayu dan daun tertentu. Bahan ini sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang biofarmaka dan bio-kimia. Betulinic Acid memiliki aktivitas biologis yang signifikan, termasuk sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan kemampuan menghambat pertumbuhan sel kanker. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat, uji toksisitas, serta penelitian tentang mekanisme penyakit.
Betulinic Acid memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai jalur biologis dalam tubuh. Senyawa ini bersifat stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik. Karena sifatnya yang tidak beracun dan relatif aman untuk penggunaan dalam penelitian, Betulinic Acid menjadi pilihan utama para peneliti. Ketersediaan dalam bentuk murni dan kemasan yang praktis juga memudahkan penggunaannya dalam berbagai eksperimen.
Di Indonesia, Betulinic Acid digunakan dalam penelitian ilmiah di berbagai institusi, termasuk universitas dan lembaga riset. Bahan ini sering dimanfaatkan untuk studi tentang efek farmakologis, pengujian bahan aktif dalam produk herbal, serta pengembangan terapi alternatif. Karena relevansinya dalam bidang kesehatan dan farmasi, Betulinic Acid menjadi bahan yang diminati oleh para peneliti di laboratorium lokal.
Brosur TCI (PDF)
- Traditional Medicine/Crude Medicine Research Reagents 2024-09-11 · hal. 1
- Terpenes 2025-09-22 · hal. 9
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 8
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 6
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 39
Produk TCI terkait
- Penelitian tentang efek anti-inflamasi pada sel manusia
- Pengembangan obat untuk pengobatan penyakit kulit dan kanker
- Uji aktivitas antioksidan dalam lingkungan laboratorium
- Studi tentang mekanisme aksi senyawa alami dalam terapi medis
- Pengujian toksisitas pada model hewan dan sel kultur
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 472-15-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Betulinic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitasnya. Penyimpanan di suhu kamar yang stabil dan terlindung dari kelembapan sangat disarankan. Saat menangani bahan ini, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selain itu, bahan ini sebaiknya tidak disimpan bersama bahan kimia lain yang bersifat reaktif atau korosif.
- Xiao dkk. (2015). Comparison of the inhibition capability of oleanolic acid and betulinic acid towards drug-metabolizing enzymes. African Health Sciences doi:10.4314/ahs.v15i3.40
- (2019). METHOD FOR PRODUCING BETULINIC ACID. Вестник Башкирского университета doi:10.33184/bulletin-bsu-2019.3.5
- Santosh Shinde dkk. (2021). Analytical Method Determination of Betulinic Acid: A Review. International Journal of Science and Research (IJSR) doi:10.21275/mr21704200035
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Kategori Produk
- Biochemicals and ReagentsCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use
- Biochemicals and ReagentsTerpenesTriterpenes
- Cell BiologyCancer ResearchChemopreventive Agents [Cancer Research]
- Cell BiologyNutrition ResearchPhytochemicals
- Cell BiologyStem Cell BiologyRegenerative Medicine Research Reagents
- Molecular BiologyRegenerative Medicine Research Reagents
- Pharmaceutical Development and Drug Discovery ResearchCrude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use







