Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 24939-16-0

Bisdemethoxycurcumin, CAS 24939-16-0, TCI B3347

Bisdemethoxycurcumin, CAS 24939-16-0, TCI B3347

Identitas Kimia

No. CAS
24939-16-0
PubChem
CID 5315472·SID 87561091
Rumus molekul
C19H16O4
Berat molekul
308.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(1E,6E)-1,7-bis(4-hydroxyphenyl)hepta-1,6-diene-3,5-dione
SMILES
C1=CC(=CC=C1/C=C/C(=O)CC(=O)/C=C/C2=CC=C(C=C2)O)O
InChIKey
PREBVFJICNPEKM-YDWXAUTNSA-N
Harga reguler Rp 1.988.700,00
Harga reguler Rp 1.405.950,00 Harga obral Rp 1.988.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Bisdemethoxycurcumin adalah senyawa alami yang terdapat dalam curcuma, sebuah bahan herbal yang sering digunakan dalam penelitian bidang kehidupan dan biofarmaka. Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks dan berperan sebagai salah satu komponen aktif dalam ekstrak curcuma. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk eksperimen yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan potensi terapi medis. Sebagai bahan baku penelitian, Bisdemethoxycurcumin sering diaplikasikan dalam pengembangan obat, penelitian kesehatan masyarakat, serta studi farmakologi.

Bisdemethoxycurcumin memiliki sifat kimia yang stabil dan dapat larut dalam pelarut organik tertentu. Karena sifat ini, senyawa ini mudah digunakan dalam berbagai reaksi kimia dan proses ekstraksi. Selain itu, senyawa ini memiliki daya reaksi yang baik dengan berbagai reagen kimia, sehingga sangat cocok untuk eksperimen yang memerlukan reaktivitas tinggi. Sifat fisika dan kimia yang konsisten membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah.

Di laboratorium Indonesia, Bisdemethoxycurcumin digunakan dalam berbagai studi terkait kesehatan dan farmakologi. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengeksplorasi potensi terapi alternatif, terutama dalam pengobatan penyakit kronis. Dengan adanya bahan ini, peneliti dapat melakukan eksperimen yang lebih akurat dan relevan dengan kebutuhan medis di Indonesia.

Brosur TCI (PDF)

  • Penelitian tentang aktivitas anti-inflamasi senyawa alami
  • Pengembangan obat herbal berbasis curcuma
  • Eksperimen farmakologi untuk mengevaluasi efek biologis
  • Studi tentang mekanisme aksi senyawa antioksidan
  • Analisis komponen kimia dalam ekstrak curcuma

Merek TCI
Nomor CAS 24939-16-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Biochemicals and Reagents
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik Padat (serbuk)
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

Bisdemethoxycurcumin harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk menjaga kualitas dan stabilitasnya. Penyimpanan dalam suhu kamar yang sejuk dan kering sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan penguapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan.

  • Adeyeni dkk. (2016). BMI1 is downregulated by the natural compound curcumin, but not by bisdemethoxycurcumin and dimethoxycurcumin. Physiological Reports doi:10.14814/phy2.12906
  • Ravago dkk. (2026). Photodynamic therapy-induced anticandidal effects via reactive oxygen species generation from bisdemethoxycurcumin and potassium iodide. Scientific Reports doi:10.1038/s41598-026-53801-z
  • Li dkk. (2017). GW28-e0855 The effect of bisdemethoxycurcumin on myocardial apoptosis induced by staurosporine. Journal of the American College of Cardiology doi:10.1016/j.jacc.2017.07.673

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.