Benzoyleneurea (TCI B3381) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang unik, terdiri dari gugus benzoil dan urea, yang memungkinkan reaktivitas tinggi dalam berbagai kondisi reaksi. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan senyawa kompleks, termasuk obat-obatan dan bahan kimia industri.
Benzoyleneurea memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap kondisi tertentu seperti suhu tinggi atau keberadaan katalis tertentu. Karakteristik ini menjadikannya pilihan yang tepat dalam reaksi substitusi dan reaksi katalitik. Keberagaman reaktivitasnya memungkinkan senyawa ini digunakan dalam berbagai aplikasi kimia, termasuk sintesis senyawa heterosiklik dan reaksi penggabungan molekul.
Di laboratorium Indonesia, Benzoyleneurea digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang sintesis senyawa organik dan pengembangan bahan kimia baru. Bahan ini menjadi bagian penting dari kegiatan penelitian di berbagai institusi pendidikan dan lembaga penelitian, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia yang kompleks.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa organik kompleks
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa kimia dalam kondisi tertentu
- Pembuatan bahan kimia industri dengan struktur molekuler spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 86-96-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Benzoyleneurea harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat reaktif dan harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terpapar sinar matahari langsung atau kelembapan tinggi, karena dapat memengaruhi stabilitas dan kualitas bahan.
- Prashad dkk. (1997). Reaction of benzoyleneurea and isatoic anhydride with the Vilsmeier reagent. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(97)00066-x
- PRASHAD dkk. (1997). ChemInform Abstract: Reaction of Benzoyleneurea and Isatoic Anhydride with the Vilsmeier Reagent.. ChemInform doi:10.1002/chin.199723184
- Yang dkk. (2019). The Solvent Effects on the Energy Gap Between the $n\pi^*$ State and $\pi\pi^*$ State and Fluorescence of Benzoyleneurea. Journal of Atomic and Molecular Sciences doi:10.4208/jams.100818.112418a
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

![5,10-Bis(4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolan-2-yl)naphtho[1,2-c:5,6-c']bis([1,2,5]oxadiazole) - TCI B5774 - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B5774.jpg?v=1769180228&width=533)
