2-(2-Bromophenyl)ethyl Alcohol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering diaplikasikan dalam reaksi kimia yang memerlukan penggunaan grup bromo pada struktur aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan bantu dalam pembuatan senyawa intermediat yang menjadi bagian dari proses sintesis obat, bahan kimia industri, atau senyawa organik lainnya.
Karakteristik utama dari 2-(2-Bromophenyl)ethyl Alcohol adalah struktur molekulnya yang memiliki gugus bromo pada cincin aromatik dan gugus hidroksil pada rantai alkil. Sifat ini membuatnya sangat reaktif dan cocok untuk berbagai reaksi substitusi, reduksi, atau reaksi elektrofilik. Keunikan struktur molekulnya juga memungkinkan senyawa ini untuk digunakan dalam berbagai jalur sintesis yang memerlukan reaktivitas tinggi.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang fokus pada sintesis senyawa baru. Karena keandalan dan ketersediaan, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia yang memerlukan bahan baku dengan reaktivitas tinggi.
- Sintesis senyawa intermediat dalam pembuatan obat-obatan
- Reaksi substitusi bromo pada struktur aromatik
- Pembuatan senyawa organik dengan struktur kompleks
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa bromo aromatik
- Pengembangan bahan kimia industri yang memerlukan modifikasi struktur
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1074-16-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan panas |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan gelap untuk mencegah degradasi. Karena sifatnya yang reaktif, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
—

