Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2516-40-7

2-Bromobenzothiazole, CAS 2516-40-7, TCI B3740

2-Bromobenzothiazole, CAS 2516-40-7, TCI B3740

Identitas Kimia

No. CAS
2516-40-7
PubChem
CID 612040·SID 172089059
Rumus molekul
C7H4BrNS
Berat molekul
214.08 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-bromo-1,3-benzothiazole
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)N=C(S2)Br
InChIKey
DRLMMVPCYXFPEP-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.723.050,00
Harga reguler Rp 1.220.100,00 Harga obral Rp 1.723.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Judul
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

2-Bromobenzothiazole adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar atau building block untuk pembuatan senyawa kompleks. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting dalam reaksi substitusi dan reaksi siklik, terutama dalam pembuatan senyawa dengan struktur benzothiazol.

2-Bromobenzothiazole memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat reaktif terhadap berbagai kondisi kimia seperti basa, asam, atau pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk reaksi yang memerlukan kestabilan awal sebelum proses reaksi berlangsung. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini membutuhkan penanganan yang hati-hati untuk memastikan keamanan dan efisiensi dalam penggunaan.

Di laboratorium Indonesia, 2-Bromobenzothiazole sering digunakan oleh peneliti kimia dan ilmuwan untuk penelitian terapan dan eksperimen kimia. Bahan ini menjadi bagian dari kebutuhan dasar dalam laboratorium yang fokus pada sintesis senyawa heterosiklik. Karena kepopulerannya dalam bidang kimia organik, senyawa ini menjadi salah satu bahan yang sering dicari oleh para ilmuwan di Indonesia.

  • Sintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi dan material
  • Reaksi substitusi brom pada struktur benzothiazol untuk modifikasi senyawa
  • Pembuatan senyawa antijamur dan antiseptik dalam bidang farmasi
  • Penelitian tentang reaktivitas senyawa bromo dalam reaksi kimia organik
  • Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri dan lingkungan

Merek TCI
Nomor CAS 2516-40-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik Padat
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan

2-Bromobenzothiazole harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan untuk menjaga kualitas bahan. Pada saat penggunaan, bahan ini harus ditangani dengan peralatan pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena potensi reaktivitasnya terhadap bahan kimia lain. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kecelakaan.

  • Sayama (2011). Regioselective One-Pot Synthesis of 2-Aryl-6-bromobenzothiazole from Arylaldehyde and 2-Aminothiophenol with Phenyltrimethylammonium Tribromide in the Presence of a Catalytic Amount of Antimony(III) Bromide. HETEROCYCLES doi:10.3987/com-11-12178
  • Sayama (2011). ChemInform Abstract: Regioselective One‐Pot Synthesis of 2‐Aryl‐6‐bromobenzothiazole from Arylaldehyde and 2‐Aminothiophenol with Phenyltrimethylammonium Tribromide in the Presence of a Catalytic Amount of Antimony(III)bromide.. ChemInform doi:10.1002/chin.201143118
  • Chen dkk. (2018). Experimental and computational investigations of 2-amino-6-bromobenzothiazole as a corrosion inhibitor for copper in sulfuric acid. Journal of Adhesion Science and Technology doi:10.1080/01694243.2018.1460948

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.