2-Bromo-6-methoxyphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik. Bahan ini memiliki struktur fenol dengan substituen bromo dan metoksi yang memberikan sifat reaktif dan polaritas tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun struktur molekul kompleks, baik dalam penelitian farmakologi, kimia organik maupun sintesis senyawa baru.
Karena memiliki gugus fenol yang mudah bereaksi, 2-Bromo-6-methoxyphenol memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi seperti substitusi nukleofilik, reaksi elektrofilik, dan reaksi kondensasi. Kombinasi substituen bromo dan metoksi memberikan keunikan pada reaktivitas dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai reaktan lain. Sifat ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk penelitian yang membutuhkan senyawa dengan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam proyek yang berfokus pada sintesis senyawa aktif biologis. Karena tersedia dalam kemasan yang praktis, senyawa ini mudah diakses dan cocok untuk kebutuhan penelitian yang membutuhkan bahan baku berkualitas tinggi.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk penelitian farmakologi
- Reaksi substitusi nukleofilik dalam kimia organik
- Pembuatan senyawa aromatik dengan struktur kompleks
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa fenolik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 28165-49-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berwarna cokelat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung. Karena bersifat kimia, wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Penggunaan harus dilakukan di dalam ruang laboratorium yang dilengkapi sistem ventilasi. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri yang sesuai.
—
